ICW Temukan Indikasi Korupsi BUMN Rp 10 Triliun
TEMPO Interaktif, Jakarta:Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan indikasi korupsi sekitar Rp 10,484 triliun di sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selama 2004-2006. Temuan ini berdasarkan 57 kasus yang sudah terungkap dengan indikasi merugikan negara.
Wakil Koordinator ICW Ridaya La Ode Ngkowe menuturkan indikasi kerugian negara terbesar adalah di sektor keuangan, yaitu perbankan dan asuransi dengan nilai sekitar Rp 5,3 triliun. Kerugian yang ditimbulkan disektor energi dan listrik menempati urutan kedua sekitar Rp 3 triliun.
Data ICW di sektor energi dan listrik menunjukan kasus terbesar secara institusi adalah penggelembungan dana proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi Karaha Bodas, di Garut tahun 2006. Kasus tersebut saat ini sudah ditangani oleh Kejaksaan Agung. Diduga penggelembungan biaya (mark up) pada PLTP Karaha Bodas US$ 143,1 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun.
WAHYUDIN FAHMI
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Bisnis
- Telkom Ekspansi ke Hong Kong dan Timor Leste
- Ini Kriteria Pengganti Chatib Basri Pimpin BKPM
- SBY Resmi Lantik Chatib Basri
- Hari Ini, SBY Lantik Chatib Jadi Menteri Keuangan
- Teras Narang Minta Pabrik CPO Bantu Perbaiki Jalan
- PTPN X Targetkan Laba Naik sampai Rp 500 Miliar
- Kadin Dukung Chatib Basri Jadi Menteri Keuangan














