Tax Holiday Belum Jadi Prioritas


Topik

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Koordinator Perekonomian Boediono mengatakan insentif pajak berupa tax holiday atau pembebasan membayar pajak bagi pengusaha dalam masa tertentu belum menjadi prioritas pemerintah untuk menarik investasi ke Tanah Air.

Pemerintah, kata dia, bukan berarti sama sekali tak mempertimbangkan kemungkinan pemberian tax holiday. Tapi, untuk saat ini, pemerintah lebih memilih berfokus pada faktor-faktor fundamental untuk menarik investor.

"Yaitu iklim investasi harus baik, aturan-aturan, kestabilan ekonomi, dan sejenisnya. Itu yang lebih mendasar," kata Boediono kemarin di Jakarta.

Selain itu, dia melanjutkan, masalah infrastruktur menjadi kunci. "Kalau infrastruktur tidak baik, listriknya sering mati, diberi tax holiday pun, ya, tidak akan mendatangkan investornya. Jadi itu dulu yang akan diperbaiki."

Di lain pihak, tutur Boediono, pemerintah sudah memberikan beragam kemudahan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2007 berupa insentif fiskal bagi perusahaan yang bergerak di bidang-bidang tertentu di daerah tertentu. "Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2007 itu sudah bagus, tidak persis seperti tax holiday tapi bisa mengurangi beban investasi," kata dia.

Boediono tetap yakin paket insentif itu bisa menjadi daya tarik bagi investor untuk kembali ke Indonesia. Ditanyai apakah Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2007 cukup efektif dan mampu bersaing dengan Malaysia ataupun Singapura dan negara lain di Asia Tenggara, Boediono menjawab yang penting adalah mengefektifkan dulu yang sudah ada. "Jangan semuanya diberikan pada saat yang sama. Nanti kita lihat bagaimana hasilnya," kata dia.

Usul pemberian tax holiday, kata Boediono, sudah lama muncul, terutama dari investor Jepang. "Jepang yang berminat sekali, sedangkan investor Amerika Serikat dan sebagainya sebetulnya tidak terlalu mempersoalkan tax holiday," tuturnya.

l AGUS SUPRIYANTO

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X