Pelanggan Keluhkan Migrasi Telkom Flexi
TEMPO Interaktif, Jakarta:Proses migrasi telkom flexi dari frekuensi radio 1900 MHz ke 800 menuai keluhan pelanggaan. Migrasi menyebabkan telepon selular tidak ada sinyal. "Sudah dua hari ini handphone saya tidak ada sinyalnya," ujar Harun salah satu pelanggan telpon flexi.
Executive General Manager PT Telkom Divisi Regional II Jakarta Adeng Achmad menjelaskan ganguan tersebut karena proses overlay. Persoalan itu juga bisa muncul karena teknis di handset pelanggan. "Itu bisa karena problem terminal," katanya kepada Tempo.
Adeng juga menyatakan sampai saat ini frekuensi 1900 MHz dan 800 MHz belum dilepas sepenuhnya. "Ada daerah yang belum sempurna migrasi ke 800 MHz," katanya.
Saat terjadi perpindahan frekuensi, salah satu frekuensi mengunci frekuensi lainnya. "Mungkin saat dia overlay ke frekuensi 800 dan handsetnya di log ke 1900," ujarnya.
Adeng berjanji akan merespon keluhan pelanggan tersebut. Untuk pelayanan, pelanggan bisa menghubungi nomor 147 atau hotline di 08001211000.
Sebelumnya, Adeng menyatakan Untuk migrasi frekuensi di wilayah Jabodetabek, Karawang,Purwakarta,Cirebon, Banten sudah selesai. Menurut dia sebanyak 63 ribu pelanggan telah mendaftar ulang untuk penggantian handset frekuensi 1900 Mhz. Sebanyak 20 ribu pelanggan meminta kompensasi handphone, sedangkan 43 ribu lain memilih kompensasi penggantian flexi home terminal.
Gunanto E S
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Kenapa DPRD Interpelasi Jokowi
- Heynckes Juarai Liga Champions di Dua Tim Berbeda
- Akri 'Patrio' Maju Jadi Calon Wakil Bupati Bogor
- Digugat Pencabulan, Korban Potong 'Burung' Melawan
- Korban Potong 'Burung' Minta Pelaku Divisum
- Bibit dan Hadi Prabowo Sama-sama Yakin Menang
- Di Solo, Bengkel Disulap Jadi TPS Pilgub Jateng
Berita Utama Bisnis
- Susi Air Punya Simulator Cessna Caravan
- Ini Lima Fokus Agus Marto sebagai Gubernur BI
- Sistem Jaringan Bandara Soetta Alami Gangguan
- Agus Marto Dilantik Jadi Gubernur Bank Sentral Hari Ini
- Harga BBM Naik, Golkar Setuju Ada BLSM
- UMR Naik Diklaim Bikin UKM Tutup
- Gerindra Tak Bangga Ekonomi Tumbuh 6,2 Persen













