Tahun Ini Industri Manufaktur Stagnan
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Kalangan pengusaha menilai industri manufaktur berada dalam kondisi stagnan selama tahun ini. Jika tidak ada kebijakan yang kondusif, maka tahun depan diperkirakan daya saing industri ini bakal melemah dan tenaga kerja yang terserap akan minim.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, MS Hidayat, mengatakan sebetulnya Kadin sudah mengusulkan roadmap pengembangan industri. Isinya tentang tahapan kegiatan yang dapat dilaksanakan pemerintah.
“Tapi belum semua tahap dilaksanakan,” kata Hidayat dalam konferensi Catatan Akhir Tahun, di Jakarta Rabu (19/12). Roadmap itu diantaranya menyoal fokus pemerintah yang seharusnya mendorong industri yang potensial.
"Pemerintah harus fokus di 10 industri unggulan dan insentif harus diarahkan ke sektor industri itu pula," ujarnya. Kesepuluh industri unggulan itu terbagi menjadi tiga klaster industri.
Pertama, klaster industri pendongkrak pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen, yaitu industri tekstil dan produk tekstil, industri elektronik dan komponen elektronika, industri otomotif dan komponen otomotif, dan industri perkapalan.
Kedua, klaster industri yang menarik investasi dan daya saing, yaitu industri pengembang infrastruktur, seperti industri pembangkit sumber energi, industri telekomunikasi, pengembang jalan tol, konstruksi, industri semen, baja dan keramik, industri barang modal dan mesin perkakas dan industri petrokimia hulu/antara, termasuk industri pupuk.
Ketiga, klaster industri pencipta lapangan kerja dan penurun angka kemiskinan, yaitu industri pengolahan hasil laut dan kemaritiman, industri pengolahan hasil pertanian, peternakan, kehutanan dan perkebunan, termasuk Industri makanan dan minuman, dan industri berbasis tradisi dan budaya, terutama industri jamu, kerajinan kulit, rotan dan kayu, rokok kretek, batik dan tenun ikat.
RR ARIYANI
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Berita Utama Bisnis
- Pengusaha Mebel Ingin Kepastian Harga BBM
- SBY Masih Rahasiakan Soal Menteri Keuangan Baru
- Pasar Kosmetik Ditargetkan Tembus Rp 11 Triliun
- Hatta Tanda Tangani Surat Pemberhentian Oknum Pajak
- ASEI Raih Peringkat BBB- Dari Fitch Ratings
- Merek Asli Indonesia Bakal Bangkit Lagi
- Harga Properti Kelas Menengah Melambung













