Stasiun Kampung Bandan Masih Terendam Rob

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Stasiun Kampung Bandan, Jakarta Utara masih tergenang rob atau air pasang setinggi 12 sentimeter. Genangan itu menyebabkan stasiun itu belum bisa beroperasi secara maksimal sejak 10 hari lalu. Akibatnya PT Kereta Api mengalami kerugian Rp 500 juta.

''Sehari kerugiannya mencapai Rp. 50 juta,'' Akhmad Sujadi, juru bicara PT KAI Daerah operasi I Jakarta, Bogor Depok, Tangerang, Bekasi kepada Tempo via telepon kemarin. Menurut Sujadi sampai hari ini, kereta api dari arah barat yaitu Tanggerang Kampung Bandan Kota dan rute Rangkas Bitung-Kota tidak dapat melintas statiun Kampung Bandan.

Penumpang diturunkan di stasiun Angke yang berjarak sekitar 3 kilometer dari stasiun Kota. Begitu juga kereta dari arah Bekasi menuju kota harus diberhenti di statiun Kemayoran yang berjarak 4 kilometer dari Stasiun Kota. ''Penumpang banyak dirugikan karena harus berganti menggunakan kendaraan umum,'' kata Sujadi.

Genangan air juga mengakibatkan terganggunya 124 keberangkatan kereta rel listrik lokal antar wilayah dan kereta antar kota yang melintas stasiun Kampung Bandan. Agar kereta bisa tetap beroperasi, jalur kereta dialihkan melalui statiun Gambir dan stasiun Jatinegara.

Akibat pengalihan arus, jalur itu menjadi padat. Sehingga ada keterlambatan kedatangan kereta sekitar 10-20 menit. ''Tapi, sejak Selasa malam lalu, sebagian jalur kereta api dari Kampung Bandan menuju Senen sudah dapat difungsikan,'' kata Sujadi.

Sujadi mengungkapkan PT KAI telah mengajukan anggaran kepada Departemen Perhubungan untuk melakukan perbaikan agar stasiun tidak terendam. Dana yang dibutuhkan untuk meninggikan jalur kereta sekitar Rp 5 Miliar.

Dana itu, kata Sujadi, akan juga digunakan untuk membuat penampungan air dan perbaikan drainase. Adanya gubuk liar di sepanjang lintasan kereta juga menjadi sebab utama adanya genangan.

Rudy Prasetyo