Pakistan Bakal Tunda Pemilu Parlemen


TEMPO Interaktif, Islamabad: Pakistan bakal menunda pemilihan umum parlemen 8 Januari setidaknya empat pekan setelah gelombang kekerasan yang dipicu pembunuhan Benazir Bhutto. Demikian dikemukakan seorang pejabat senior kepada AFP kemarin.

Komisi Pemilu Pakistan menyebut bakal membuat pengumuman resmi hari ini setelah melihat perkembangan situasi keamanan di seluruh negeri. Pemilu kali ini dibayangi kekerasan berdarah dan tudingan oleh oposisi terhadap gejala-gejala pencurangan oleh rezim Presiden Pervez Musharraf.

Pemilu yang sedianya dijadwalkan 8 Januari adalah langkah final pemenuhan transisi demokrasi dibawah kepemimpinan sipil Presiden Musharraf, sekutu dekat Amerika Serikat, yang berjanji akan "bebas dan adil".

Partai-partai oposisi, termasuk partainya Benazir, yang tewas terbunuh dalam pawai dalam Kamis lalu, deras mengkritik Musharraf atas kematiannya dan tampaknya bakal menerima penundaan.

"Kami akan membuat pengumumannya Selasa pagi (Selasa siang WIB)," kata juru bicara KPU Pakistan, Kanwar Dilshad kepada AFP kemarin di Islamabad. Namun dia tak memberi penjelasan berapa lama penundaan yang harus dipastikan oleh tiga pejabat senior KPU.

Sementara itu, malam pergantian tahun diwarnai insiden berdarah. Sedikitnya 2 orang tewas dan lusinan terluka saat warga melewati 1 Januari 2008.

AFP/BBC/dwi arjanto

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X