Presiden Targetkan Pasar Modal 2008 Tumbuh 30 Persen
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap tahun 2008, pertumbuhan pasar modal Indonesia naik 30 persen dari tahun lalu. "Tahun ini, diharapkan pasar modal bisa tumbuh 30 persen" kata Presiden dalam pidato pembukaan bursa di gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu (2/1).
Presiden optimistis angka tersebut akan bisa dicapai, melihat pertumbuhan 52 persen pada tahun lalu padahal kondisi perekonomian global pada tahun lalu sangat bergejolak. Presiden mengatakan pelaku pasar tidak perlu khawatir akan gejolak ekonomi global.
"Perekonomian Indonesia tahun ini tetap baik, dampak subprime mortgage hampir tidak ada, jadi untuk pelaku pasar tak perlu khawatir" kata Presiden lagi.
Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam - LK), Fuad Rahmany mengatakan target yang dikatakan Presiden akan dapat ditembus. Sebab, banyaknya faktor pertumbuhan yang mendukung. Namun Fuad tidak mau menyebutkan berapa pertumbuhan pasar modal yang dia perkirakan bisa dicapai. "Targetnya seperti yang dibilang Presiden tadi, tapi sepertinya bisa ditembus" kata Fuad.
Fuad juga menuturkan bahwa indeks harga saham gabungan (IHSG) mencerminkan pertumbuhan di tahun depan, dengan baiknya IHSG di tahun lalu, berarti pasar menilai pertumbuhan tahun ini akan lebih baik.
Ari Astri Yunita
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Menteri Gamawan Tegas Tolak Bendera Aceh
- KPK Tahan Direktur PT Master Steel
- PDIP dan Gerindra Tolak Kenaikan Harga BBM
- Soal Kantor di Oxford, OPM Minta Diselesaikan PBB
- Ribuan Siswa SMA di Sumut Tak Lulus UN
- Tak Steril, Stasiun UI Tak Akan Dipakai Per Juni
- 2015, Taman BMW Jadi Stadion Taraf Internasional
Berita Utama Bisnis
- KRL Mania: Tarif Progresif Untungkan Konsumen
- Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah
- Sri Mulyani Masuk 100 Wanita Berpengaruh Forbes
- DPR Minta Konstruksi Terowongan Freeport Diaudit
- Impor Mesin Domestik Sulit Ditekan
- Indonesia Butuh 2 Kawasan Industri Aviasi Terpadu
- Pemerintah Ajukan Dana BLSM Rp 11,6 Triliun














