Washington: PBB Tidak Perlu Terlibat dalam Kasus Bhutto
Topik
TEMPO Interaktif, Washington: Pemerintah Amerika Serikat hari ini menegaskan PBB tidak perlu terlibat dlaam penyelidikan kasus kematian mantan perdana menteri Pakistan Benazir Bhutto.
"Keterlibatan Scotland Yard sudah tepat dan memang diperlukan. Jadi tidak butuh investigasi dari pihak yang lebih luas," kata juru bicara Gedung Putih Dana Perino.
Yang penting, ia menambahkan, penyelidikan dapat berjalan cepat, transparan, dan komprehensif sehingga rakyat Pakistan bisa segera memperoleh jawaban soal sebab kematian Bhutto.
Sebab kematian ibu tiga anak itu masih rancu. Pemerintah sebelumnya menyatakan ia tewas lantaran terbentur jendela atap mobil. Namun rekaman video amatir yang beredar luas menunjukkan ia tiga kali ditembak oleh seorang pria berjas hitam dan berkaca mata. Dua detik berselang, bom meledak.
Perino juga menyambut baik jadwal pemilu yang baru, yakni pada 18 februari. Semula pesta demokrasi itu bakal berlangsung Selasa pekan depan. Ia juga menilai, Gedung Putih belum melihat indikasi kecurangan yang akan terjadi. "Tapi tentu saja kami akan terus memantaunya," ujarnya.
Penundaan pemilihan parlemen ini lantaran kerusuhan melanda seantero Pakistan setelah Bhutto terbunuh. Massa yang mengamuk membakar kantor pemilu di sejumlah kota, merusak percetakan, dan menghancurkan kertas suara. Sensitivitas bulan Muharam juga menjadi pertimbangan lain menunda pesta demokrasi di Pakistan.
AFP/Faisal Assegaf
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Kementerian Kehutanan Gandeng TNI untuk Merehabilitasi Hutan
- 150 Tahun Pastur Van Lith Dirayakan
- Australia Kembangkan Gas Dari Kotoran Babi
- WHO Antinegosiasi Dengan Industri Tembakau
- Luthfi Hasan Diduga Punya Tanah 2 Hektare di Bogor
- Freeport Berhenti, Negara Rugi US$ 1,82 Juta/Hari
- Dahlan Iskan: KJS Ditolak, Askes Dievaluasi













