Selama 2007 Rupiah Terapresiasi 0,29 Persen
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Gubernur Bank Indonesia Burhanudin Abdulah mengatakan, nilai tukar rupiah selama 2007 mengalami penguatan 0,29 persen menjadi 9.140 per dolar Amerika Serikat dibandingkan 2006 sebesar 9.167 per dolar.
"Dengan kondisi itu, cadangan devisa pada akhir 2007 mencapai US$ 56,9 miliar atau setara 5,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah," papar Burhanudin seusai rapat Dewan Gubernur di Gedung BI Jakarta, Selasa (8/1).
Kondisi nilai tukar rupiah, dia melanjutkan, pada paruh pertama 2007 rata-rata mengalami apresiasi sebasar 1,8 persen. Nilai tukar rupiah sempat mengalami kelemahan sebesar 1,1 persen saat terjadi krisis subprime mortgage dan kenaikan harga minyak dunia.
Menurut Burhanuddin, secara umum kinerja perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 6,3 persen yang merupakan harga pertumbuhan tertinggi sejak krisis 1997.
EKO NOPIANSYAH
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Berita Utama Bisnis
- Pemerintah Ajukan Dana BLSM Rp 11,6 Triliun
- 22 Bank Dilibatkan dalam Program Pembiayaan Rumah
- Dua Jurus Chatib Basri Meredam Inflasi
- Hari Ini, Chatib Basri Bahas APBN Perubahan 2013
- Freeport Berhenti, Negara Rugi US$ 1,82 Juta/Hari
- ESDM: Seluruh Korban Longsor Freeport Ditemukan
- Harga BBM Naik, Pemerintah Bikin Tim Sosialisasi













