Kalla Gelar Zikir Doakan Soeharto


TEMPO Interaktif, Jakarta:
Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Rabu malam (9/1) tadi menggelar acara zikir bersama untuk mendoakan mantan Presiden Soeharto yang masih terbaring sakit di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).

Zikir yang dipimpin ustadz Muamar Z.A dan diikuti ratusan Majelis Dakwah Islam binaan Partai Golongan Karya ini berlangsung kurang lebih dua jam. Acara dilakukan di kediaman dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jalan Dipenogoro 2 Menteng, Jakarta Pusat.

Kalla mengenakan baju koko putih dengan celana coklat dan kopiah warna putih duduk di jajaran paling depan bersama sejumlah tokoh Partai Golkar seperti Sekjen Golkar Soemarsono, Ketua Fraksi Gollkar di DPR Priyo Budi Santoso dan Ketua DPP Golkar Burhanuddin Napitupulu. Zikir yang dimulai pukul 20.30 ini berlangsung khidmat.

Kalla menyatakan bahwa zikir ini sebenarnya agenda utamanya bukan untuk mendoakan Soeharto, tetapi untuk menyambut datangnya Tahun Baru Muharam. "Ini bukan acara spesial untuk Pak Harto," kata Kalla yang juga merupakan Ketua Umum Partai Golongan Karya.

Dia mengatakan semua pemimpin wajib didoakan, terlebih lagi Soeharto sedang terbaring sakit. "Hukumnya kan sunah mendoakan orang sakit," kata dia.

Mengenai kasus Hukumnya, secara Pidana, menurut Kalla hal itu tidak bisa diungkap lagi. Mengenai urusan kasus perdatanya, Kalla menyerahkan sepenuhnya hal itu ke pihak Kejaksaan. "Kalau masalah diampuni, itu bukan urusan kita, itu urusan tuhan," ujar Kalla.

Mengenai kasus pidana Soeharto, kata Kalla, secara hukum jelas orang sakit tidak bisa diperiksa. Bahkan, kalau dipaksakan hal itu justru melanggar hukum. "Kadang orang mengira pura-pura sakit, padahal sakit benaran kan," kata dia.

Tapi, katanya, hal itu berbeda dengan gugatan perdata yang bisa diwakilkan atau diwariskan. Pihak pengacara bisa mewakili yang bersangkutan memenuhi panggilan sidang. "Itu urusan kejaksaan lah. Ya, bagaimana baiknya tugas kejaksaan lah ini," kata dia.

Ketua Fraksi Partai Golkar Priyo Budi Santoso menegaskan acara zikir ini tidak khusus untuk mendoakan Soeharto. Acara ini dilakukan lebih pada penyambutan datangnya Tahun Baru Islam. "Kami doakan yang terbaiklah untuk kesembuhan Pak Harto," kata dia. Anton Aprianto

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X