Musharraf Larang Tentara Amerika Masuk Perbatasan

TEMPO Interaktif, Islamabad: Presiden Pakistan Pervez Musharraf memperingatkan tentara Amerika agar tidak sedikit pun memasuki perbatasan Pakistan saat memburu anggota Al-Qaidah atau Taliban. Mereka akan dianggap sebagai penjajah jika berani memasuki wilayah perbatasan antara negeri itu dan Afganistan.

Musharraf menegaskan tentara koalisi Amerika tak akan diterima kecuali diundang untuk alasan-alasan tertentu, seperti memburu pemimpin Al-Qaidah, Usamah bin Ladin.

"Tak boleh ada yang masuk ke sini, kecuali kami minta. Dan kami belum meminta mereka," katanya kepada koran Singapura, The Strait Times.

Saat ditanya apakah intervensi sepihak akan dianggap sebagai invasi, Musharraf menjawab, "Tentu saja. Jika mereka datang tanpa seizin kami. Itu akan menyerang kedaulatan Pakistan. Tapi, jika bicara soal Bin Ladin, setiap aksi melawan dia akan bebas dilakukan. Metodologinya akan didiskusikan bersama dan kami akan menyerang target itu bersama," ujarnya.

Militer Pakistan bulan ini membantah laporan New York Times yang menyebutkan Washington tengah mempertimbangkan memberi Pentagon dan CIA otoritas baru untuk melaksanakan operasi terselubung di daerah yang diduga sebagai markas Al-Qaidah.

Pakistan berusaha meredam kekerasan di daerah konflik itu dengan menerjunkan 90 ribu tentara untuk mengejar kelompok militan yang dipercaya di dalamnya terdapat Bin Ladin.

"Amerika sepertinya berpikir bahwa apa yang tak dapat dilakukan oleh tentara kami, mereka dapat melakukannya. Ini adalah persepsi yang keliru," kata Musharraf.

Berkaitan dengan pemilihan umum yang kian dekat, Musharraf mengatakan bahwa dia akan mengundurkan diri jika partai oposisi menang dan memecatnya.

"Jika pemakzulan itu terjadi, saya yakinkan bahwa saya akan meninggalkan kantor kepresidenan sebelum mereka melakukan sesuatu. Jika mereka menang mayoritas, saya tak akan bertahan. Saya akan berhenti," kata presiden yang popularitasnya terus anjlok itu.

l AP | AFP | JULI