Tiga Orang Anggota TNI Tewas Saat Tugas di Papua
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebanyak tiga orang anggota pasukan Batalyon Infanteri (Yonif) 521 Kediri, Jawa Timur tewas saat bertugas di Provinsi Papua. Tewasnya tiga orang serdadu itu terungkap saat 647 orang pasukan Yinif 521 tiba kembali di markas mereka, Minggu (13/1) petang sekitar pukul 18.00 wib.
"Tiga anggota kami meninggal saat bertugas di Papua. Mereka meninggal akibat terserang penyakit malaria akut," kata Letnan Kolonel Irianto, Komandan Yonif 521 usai melaksanakan prosesi penyambutan pasukan di Markas Yonif 521 di Jalan A Yani, Kota Kediri, Minggu (13/1).
Menurut perwira asal Madiun itu tiga orang anggotanya yang tewas adalah, Letnan Satu Faturrohman, Prajurit Satu Otten dan Prajurit Dua Sujarwo. Dari ketiga serdadu yang tewas itu, yang telah berkeluarga adalah Letnan Satu Faturrohman. Sebagai komandan yang bertanggungjawab atas keselamatan anak buahnya, Letkol Irianto mengaku telah berupaya semaksimal mungkin untuk menyelamatkan jiwa mereka secara medis.
"Namun rupanya takdir berkehendak lain. Kami telah memberikan piagam penghargaan dan santunan bagi keluarga almarhum. Untuk yang bujangan, keluarganya mendapatkan gaji selama 6 bulan," jelas Letkol Irianto.
Setelah turun dari KRI Teluk Tumini dengan nomor lambung 508 di pelabuhan Perak Surabaya, pasukan Yonif 521 menaiki 29 truk dan 3 mobil menuju Kediri. Ketika memasuki markas Yonif 521, mereka disambut ratusan anak-anak dan istri mereka. Ikut dalam penyambutan itu, Walikota Kediri A Maschut, Komandan Kodim 0809 Kediri Letkol Endy Servandi dan Kepala Kepolisian Resort Kota Kediri AKBP Putu Jayan Danu Putra.
"Saat pulang ke Jawa, kapal yang kami tumpangi sempat menghadapi kendala cuaca hingga sempat balik ke Papua. Pada pelayaran kedua mengalami kendala lagi berupa ombak tinggi hingga 7 meter sehingga terpaksa transit di Bau Bau sebelum menuju Makassar," kata Letkol Irianto.
Pasukan berangkat ke Papua pada tanggal 14 Desember 2006 dengan jumlah 650 orang serdadu. Saat kembali pada tanggal 13 Januari 2007 tinggal 647 orang karena tewas tiga orang.
Selama setahun lebih bertugas di Papua, konsentrasi pasukan ditempatkan di wilayah perbatasan meliputi kawasan Waris hingga Iwur. Selain itu juga melakukan pengamanan di sejumlah kawasan di Kabupaten Keroom dan pegunungan banteng. Pasukan yang terdiri dari 4 kompi dibagi menjadi 24 pos.
Kopral Dua Suherman, salah seorang serdadu yang pulang mendapat sambutan hangat dari dua anaknya serta sang istri, Hernursari. "Kami tidak bisa berkata-kata lagi. Bahagia sekali suami saya bisa pulang kembali dengan selamat," kata Hernursari sembari menyeka air matanya.DWIDJO U. MAKSUM