Iklan Telepon Seluler Harus Perhatikan Kode Etik
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Departemen Komunikasi dan Informatika mengingatkan makin maraknya perang iklan telepon seluler. Perang iklan soal tarif dinilai membuat operator melanggar etika beriklan.
Staf Ahli Menteri Bidang Media Masa Departemen Komunikasi, Henry Subiakto, mengingatkan hal ini terkait banyaknya iklan telekomunikasi. "Perang iklan ini sudah dikeluhkan oleh para pengurus Persatuan Pengusaha Periklanan. Mereka prihatin karena banyak terjadi pelanggaran etika," ujar Henry di Jakarta Kamis (9/1).
Pelanggaran itu terkait materi iklan yang ditampilkan di media elektronik dan media cetak. Pelanggaran kode etik periklanan telepon seluler itu terkait pilihan kata yang menggunakan kata-kata 'paling murah' atau 'termurah'. Iklan operator telekomunikasi saling serang dan tidak menyebutkan informasi yang lengkap.
DIAN YULIASTUTI
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Tokoh Gwangju Prize For Human Rights Sebelum Tempo
- FOTO: Perlintasan Kereta Jadi Tempat Nongkrong
- Bisnis Mulus, Labora Sitorus Diduga Suap Tentara
- Yahoo Beli Tumblr US$ 1,1 Miliar
- Militer AS Dinilai Gagal Tangani Kekerasan Seksual
- Pembongkaran Bangunan di Waduk Pluit Mulai Pagi
- Wanita Arab Pertama Pendaki Everest
Berita Utama Bisnis
- Pembangunan Tol Gempol-Pasuruan Dimulai
- Kabar Coronavirus Belum Pengaruhi Perjalanan Umroh
- Pengusaha Mebel Ingin Kepastian Harga BBM
- SBY Masih Rahasiakan Soal Menteri Keuangan Baru
- Pasar Kosmetik Ditargetkan Tembus Rp 11 Triliun
- Hatta Tanda Tangani Surat Pemberhentian Oknum Pajak
- ASEI Raih Peringkat BBB- Dari Fitch Ratings














