Mahathir Akan Melayat Bila Soeharto Wafat
TEMPO Interaktif, Jakarta: Mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohammad berencana melayat jika mantan presiden Soeharto meninggal. Sekarang, bekas penguasa Orde Baru itu dalam keadaan kritis di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Kebayoran, Jakarta Selatan.
“Ya, kalau saya sempat saya hendak melayat,” kata Mahathir kepada Tempo di Presidential Suite, Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Selatan, kemarin. Ia bersama istrinya, Siti Hasmah, menjenguk Soeharto selama sekitar 20 menit. Mereka tiba di Bandar Udara Halim Perdana Kusumah, Jakarta Timur, dengan pesawat G-4 milik Petronas, perusahaan minyak pemerintah Malaysia.
Ia duduk di sebelah kanan ranjang yang ditiduri bekas penguasa Orde Baru itu. Mahathir, 83 tahun, mengaku menangis melihat kondisi Soeharto yang lebih tua empat tahun ketimbang dirinya. “Saya sedih sekali melihat keadaan Pak Harto begitu serius sekali. Saya bernasib baik dapat bertemu,” ujarnya.
Mahathir juga membisikkan kata-kata di telinga kanan Soeharto. “Ia sempat meremas tangan kanan Soeharto selama lima menit dan membacakan Al-Fatihah,” kata Feisal Hashim, keponakan Mahathir.
Sejatinya, kesehatan Mahahthir juga tak beda jauh dengan Soeharto. Ia sudah dua kali menjalani operasi jantung pada 4 dan 23 September tahun lalu. “Ia harus kontrol ke dokter dua kali sebulan,” kata Sufi Yusuf, sekretaris pribadinya.
Faisal Assegaf
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- FOTO: Jelang Waisak, Samanera Cuci Patung Budha Tidur
- Gadis Pemotong 'Burung' Dijerat Pasal Penganiayaan
- Pria Ini Bergulat dengan Pithon Sepanjang 5,4 M
- Kementerian Kehutanan Gandeng TNI untuk Merehabilitasi Hutan
- 150 Tahun Pastur Van Lith Dirayakan
- Australia Kembangkan Gas Dari Kotoran Babi
- WHO Antinegosiasi Dengan Industri Tembakau














