Aktivis KB-UI Menolak Mobilisasi Pemaafan Soeharto
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Aktivis Keluarga Besar Universitas Indonesia (KB-UI) 98 kembali menolak rezim Orde Baru melalui peristiwa sakitnya Soeharto.
Dalam pernyataan sikap tertulisnya, KB-UI 98 mengungkapkan adanya upaya mobilisasi opini yang membahayakan sendi demokrasi Indonesia.
Dalam pernyataan itu, KB-UI menilai pengerahan opini dari kroni-kroni Soeharto sepertinya sengaja diarahkan agar publik menerima dan memaafkan secara sukarela dan buta kesalahan Soeharto semasa dia berkuasa.
Mobilisasi opini juga telah menjungkirbalikkan logika dan menyederhanakan persoalan politik Soeharto menjadi semata-mata persoalan dan simpati pribadi, dengan melupakan peran utamanya sebagai perancang utama rezim tiran selama 32 tahun.
Atas dasar itu, KB-UI mengajak untuk tidak melupakan akibat dari kediktatoran pemerintahan Soeharto terhadap kehancuran dan kemanusiaan rakyat selama masa berkuasanya. "Kami tidak merasa berhutang apapun kepada Soeharto," kata Ikravany Hilman, salah seorang akitivis KB-UI saat dihubungi Tempo, Rabu (16/1).
KB-UI menuntut agar pemerintah untuk terus melanjutkan upaya hukum dengan mengungkap berbagai penyalahgunaan selama Soeharto dan kroninya berkuasa. "Bangsa ini sulit untuk jujur bahwa pernah memiliki pemimpin yang salah, dan karena itu menyebabkan banyak kesalahan di negeri ini," kata Ikravany. Sandy Indra Pratama
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Nasional
- Saat Kelulusan, Darin Mumtazah Tak Ada di Sekolah
- Soeripto Mengaku Pernah Ditawari Rumah oleh Luthfi
- Ini Kunci Sukses Ujian Nasional SMAN 8 Jakarta
- Hitung Uang Labora, Polisi Minta Bantuan Akuntan
- Mobil Luthfi Terkait Kasus Pencucian Uang Fathanah
- Ketua MA Akan 'Jewer' Hakim Selingkuh
- Darin Mumtazah Pernah Nunggak Bayar Sekolah













