Harga Minyak Mentah Dunia Jatuh
Topik
TEMPO Interaktif, New York:Perdagangan minyak jatuh setelah Kepala Federal Reserve, Ben Bernanke mengatakan dia mengharapkan pertumbuhan lebih lambat pada 2008, namun tanpa resesi.
Komentar Bernanke menambahkan sentimen ekonomi yang negatif yang sebelumnya sudah menjadi pengendali pasar dalam beberapa hari terakhir. Harga minyak mentah tertekan, turun sekitar US$ 10 dolar, dari rekor harga US$ 100 per per barel pada dua pekan lalu.
Selain komentar Bernanke, banyak investor mengkhawatirkan bahwa resesi telah berada di ambang pintu.
"Ada kegelisahan besar bahwa jika ekonomi terperosok pada resesi, permintaan terhadap minyak mentah akan merosot," kata Phil Flynn, seorang analis di Alaron Trading Corporation, di Chicago.
Komentar Bernanke menyebabkan harga minyak mentah melemahkan perolehan awal lebih dari US$ 1 di saat dolar makin lemah dan kondisi temperatur yang dingin.
Harga sweet crude light pada pengiriman Februari jatuh 71 sen menjadi US$ 90,13 di New York Mercantile Exchange, sebelumnya harganya mencapai US$ 92,19.
Departmen Perdagangan Amerika Serikat melaporkan bahwa pembangunan rumah baru turun di 2007, sekitar 25 persen. Ini merupakan penurunan terbesar dalam 27 tahun. Hasil survey dari Philadelphia Federal Reserve menyatakan bajwa aktivitas pabrik terjatuh 20,9 persen di Januari. Sementara itu, American Petroleum Institute, grup perdagangan untuk produsen minyak dan gas, mengatakan bahwa harga minyak mentah yang tinggi mengurangi permintaan atas gasoline (bensin) dan minyak di kuartal keempat.
Rabu lalu, International Energy Agency melaporkan bahwa prediksi pengurangan pertumbuhan terhadap permintaan minyak dunia tahun ini mencapai 2,3 persen dari perkiraan sebelumnya yaitu 2,5 persen.
Nieke Indrietta/AP
Komentar (2)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Berita Utama Bisnis
- KRL Mania: Tarif Progresif Untungkan Konsumen
- Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah
- Sri Mulyani Masuk 100 Wanita Berpengaruh Forbes
- DPR Minta Konstruksi Terowongan Freeport Diaudit
- Impor Mesin Domestik Sulit Ditekan
- Indonesia Butuh 2 Kawasan Industri Aviasi Terpadu
- Pemerintah Ajukan Dana BLSM Rp 11,6 Triliun













