Ratusan Anak Korban Gestapu Disantuni

TEMPO Interaktif, Ponorogo: Ratusan anak dari keluarga korban Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh) 1965/PKI di Ponorogo, Jawa Timur disantuni warga setempat.

Acara yang dikenal sebagai Yatiman ini bertujuan membantu perekonomian anak-anak yang orangtua atau keluarganya mati dibunuh karena diduga anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

Ketua Panitia Yatiman, Sugianto Hasanuddin, mengatakan kegiatan ini dilatabelakangi adanya pembantaian anggota PKI oleh pemuda dari Nahdatul Ulama pada 1966 pasca pemberontakan Gestapu PKI pada 1965. "Akibatnya banyak anak punya ayah," kata dia pada Sabtu (19/1).

Pada 1970-an, Nahdatul Ulama berinisiatif untuk menyantuni anak-anak yang orangtuanya menjadi korban. "Bagaimanapun anak-anak itu tidak bersalah," ujar dia. Acara santunan anak yatim ini kemudian menjadi tradisi di wilayah setempat.

Santunan itu diberikan langsung oleh ibu-ibu dari Nahdatul Ulama kepada anak-anak yang dikumpulkan di sejumlah masjid. Santunan yang diberikan berupa buku tulis, pakaian dan uang. Santunan ini dihimpun dari sumbangan warga setempat. DINI MAWUNTYAS