Realisasi Subsidi BBM 2007 Membengkak

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Realisasi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk pembangkit listrik PT PLN (Persero) tahun lalu sebesar Rp 37,3 triliun dari alokasi subsidi Rp 32,4 triliun. Anggota Komisi Energi Tjatur Sapto Edy mengatakan PLN beralasan kenaikan subsidi akibat kenaikan harga minyak.

"Asumsi harga minyak di APBN tahun lalu memang US$ 60 per barel, tapi PLN bilang kenyataannya US$ 72 per barel," kata Tjatur saat dihubungi Tempo, Kamis (24/1). Sementara mengenai tarif dasar listrik, Tjatur mengatakan pemerintah tidak akan berani menaikkan tarif listrik.

Tahun 2008, diperkirakan pemakaian energi primer seperti BBM, gas dan batu bara untuk pembangkit listrik bakal meningkat. Alasannya, penjualan listrik dan kebutuhan listrik 2008 naik. "Kami akan menekan pertumbuhan (konsumsi listrik) di bawah 5 persen. Tahun lalu kami bisa menekan 6,7 persen," kata Direktur Utama PLN, Eddie Widiono, di Jakarta.

Kenaikan konsumsi, lanjut dia, karena penjualan listrik naik. Ditambah harga BBM, gas dan batu bara meningkat, otomatis subsidi meningkat. "Kalau TDL tetap, harga bahan bakar naik, biaya pokok produksi naik, subsidi naik dong," ujarnya. Nieke Indrietta