Jenasah Soeharto akan Dilepas dengan Upacara Militer


TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Agung Laksono menyatakan upacara pelepasan jenasah mantan presiden kedua Indonesia Soeharto akan dilakukan sesuai tatacara militer. Rencananya, pelepasan jenasah akan ia pimpin pada Senin (28/1) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB. "Empat angkatan (TNI Angkatan Udara, Angkatan Laut, Angkatan Darat dan Kepolisian) akan terlibat dalam upacara tersebut," katanya usai melayat di Jalan Cendana, Jakarta Pusat, Minggu (27/1).

Soeharto meninggal pada Minggu (27/1) di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta, sekitar pukul 13.10. Ia meninggal di hari ke-24 perawatannya.

Lebih lanjut, Agung menyatakan jenasah Soeharto akan dimakamkan di Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah. Upacara pemakaman akan dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Rencananya, jenasah diberangkatkan ke Solo melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Jenasah akan diterbangkan ke Bandara Adisoemarmo, Surakarta, Jawa Tengah, dengan pesawat Herkules. "Soal jalurnya, Garnisun yang tahu," katanya.

Ihwal kasus hukum perdata Soeharto, Agung menyerahkan penuntasannya kepada pemerintah. Hingga kini, persidangan kasus perdata Soeharto terkait Yayasan Supersemar masih berjalan. Usai melayat, Agung meninggalkan Cendana, sekitar pukul 19.55 WIB.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta Swasono datang melayat sekitar pukul 20.00 WIB. "Kami dari keluarga proklamator ikut mendoakan," ujarnya, setiba di pintu gerbang kediaman Soeharto.

Kurniasih Budi

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X