Mahasiswa Semarang Tolak Gelar Pahlawan untuk Seoharto
TEMPO Interaktif, Semarang:
Sejumlah mahasiswa di Semarang menyatakan menolak keras jika pemerintah memberikan gelar pahlawan kepada mendiang mantan Presiden RI Soeharto.
Mahasiswa menilai, Soeharto bukanlah sosok pahlawan yang berhasil membawa bangsa ini ke arah yang benar dan mensejahterakan rakyat.
"Sebaliknya, Soeharto menjerumuskan bangsa ini ke jurang kemiskinan dan keterpurukan," kata mahasiswa Jurusan Sejarah Universitas Diponegoro Semarang Ahmad Yusuf kepada Tempo di Semarang, Rabu (29/1).
Yusuf mengakui, pada awal kekuasaannya Soeharto memang dinilai berhasil membawa Indonesia menuju ke arah yang lebih baik. Secara riil, kata Yusuf, ditandai dengan adanya situasi perekonomian yang lebih baik dan kondisi bangsa yang lebih kondusif.
"Tapi, program yang digalakkan Soeharto tersebut adalah program semu, karena duit pembangunannya berasal dari utang luar negeri," katanya.
Yusuf menambahkan, saat Indonesia mulai utang ke negara-negara donor maka mulai saat itulah bangsa ini berada di ketiak negara-negara barat. "Kedaulatan negara sudah pupus, secara tidak langsung kita sudah terjajah kembali," katanya.
Penolakan pemberian gelar kepada mendiang Soeharto juga diungkapkan Suroso. Mahasiwa Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang ini mengatakan, tidak ada gunanya pemerintah memberikan gelar pahlawan kepada penguasa yang otoriter seperti Soeharto.
Apalagi, masyarakat saat ini masih terbebani akibat kebijakan-kebijakan Soeharto yang menjerumuskan. "Gimana disebut sebagai pahlawan kalau ia menjerumuskan bangsa ini ke jurang kemiskinan," katanya.
l Rofiuddin














