Infografis
Mahasiswa di Bali Demo Tolak Gelar Pahlawan Soeharto
TEMPO Interaktif, Denpasar:
Puluhan mahasiswa di Bali siang ini menggelar aksi unjuk rasa menolak usulan pemberian gelar pahlawan bagi almarhum mantan Presiden RI Soeharto. Mereka justru menyebut Soeharto sebagai Bapak Pelanggaran HAM.
Aksi di jalan PB Sudirman Denpasar itu dilakukan dengan membentangkan spanduk dan mengacungkan poster kepada pengendaraan kendaraan yang lewat. Mereka juga membagi-bagikan pernyataan yang berisi tuntutan akan kasus korupsi Soeharto terus diusut hingga ke kroni-kroninya.
“Tidak ada alasan untuk menghentikan apalagi hanya karena ingin memberi gelar pahlawan,” tegas Hasan yang menjadi Korlap aksi itu.
Poster yang dibuat antara lain bertuliskan, “Adili kroni Soeharto”, “Tidak ada Kata Maaf untuk Pelanggar HAM”, dan lain-lain.
Mahasiswa yang berasal dari berbagai organisasi itu menilai, pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah bertindak represif dengan mewajibkan pengibaran bendera setengah tiang sebagai tanda duka cita atas meninggalnya Soeharto. Padahal, sepanjang kekuasaannya Soeharto telah menyakiti hati rakyat dengan rangkaian pelanggaran HAM sejak pascaperistiwa G-30S PKI hingga penerapan Daerah Operasi Militer (DOM) di Aceh.
Dalam tuntutannya, mereka meminta Presiden Yudhoyono menuntaskan pengungkapan kasus-kasus pelanggaran HAM, menetapakan rezim Orde Baru sebagai rezim pelanggara HAM, menyatakan Soeharto sebagai penjahat HAM dan mengusut tuntas serta melacak harta hasil korupsi milik Seoharto.
“Tuntuan itu merupakan bukti adanya keadilan di negeri,” tegas mereka.
l ROFIQI HASAN