Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Minta Maaf


TEMPO Interaktif, Jakarta:

Toriq Hadad, pemimpin redaksi Majalah Berita Mingguan Tempo meminta maaf kepada umat Kristiani sehubungan dengan penerbitan gambar sampul edisi terakhir majalah tersebut. Dalam edisi no 50/XXXVI/04 - 10 Februari 2008, majalah Tempo memuat laporan khusus mengenai meninggalnya mantan presiden Soeharto. Pada sampul depan dengan judul laporan utama Setelah Dia Pergi itu, digambarkan Soeharto duduk di sebuah meja dikelilingi anak-anaknya. Ilustrasi posisi duduk keluarga Cendana ini mirip dengan lukisan Perjamuan Terakhir karya Leonardo da Vinci, yaitu ketika Yesus Kristus duduk dikelilingi murid-muridnya menjelang penyaliban.
Menurut Toriq, sama sekali tidak ada niat melecehkan agama dengan ilustrasi tersebut. “Kami membuat gambar itu sebagai interpretasi atas lukisan Da Vinci, bukan mengilustrasikan kejadian di Kitab Suci,” kata Toriq kepada Tempo Interaktif hari ini.
Dia menegaskan, sama sekali tidak bermaksud melecehkan atau merendahkan agama mana pun. “Untuk segala hal yang tidak berkenan sehubungan dengan pemuatan sampul tersebut, saya atas nama institusi Tempo meminta maaf,” kata Toriq.
Redaksi majalah Tempo menerima berbagai pernyataan keberatan atas pemuatan sampul itu. Keberatan dikirimkan melalui email, telepon, mau pun dialog dengan tim redaksi. Delegasi Pemuda Katolik, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia adalah salah satu dari organisasi yang bertemu redaksi majalah Tempo dan menyatakan keberatannya siang tadi. TNR

Komentar (8)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
simbol2 agama harus tetap kita jaga dan hormati. Tapi janganlah simbol agama dijadikan seakan-akan Tuhan. Hubungan antara manusia dengan Tuhan adalah sngt pribadi. Keyakinan dankepercayaan terhadap agama yg diyakini sangat bersifat pribadi.
0
0
alhamdulillah sebagai umat Islam memang harus lapang dada dan bersikap legowo untuk mengakui kesalahan walau itu bukan sebuah kesengajaan. dengan demikian Saudara2 kita umat Kristiani akan terobati luka hatinya atas kehilapan yg dibuat tersebut. semoga demikian juga dengan Saudara2 kita di denmark, belanda dlsb yang telah dengan sengaja melukai hati umat islam diseluruh dunia melalui karikatur nabi Muhammad SAW dan dengan kesadaran penuh mengadakan kompetisi/perlombaan menggambar karikatur nabi Muhammad SAW, film fitna dlsb. Amiiin.
0
1
Umat Kristiani itu pemaaf, sayang orang lain sering meremehkannya. Semoga Tuhan juga memaafkan orang-orang yang sering melecehkan umat Kristiani.
0
0
seni, gambar dan tulisan sebagai cakrawala inspirasi harus dimaknai dengan bijak, Apalagi dinegara yang serba \"pelangi\" ini.
0
0
Saya salut dengan sikap Pemimpin Redaksi Tempo yang telah sudi meralat sampul majalah berita Mingguan Tempo edisi terakhir secara terbuka dan langsung minta maaf kepada pihak-pihak yang tersinggung. Sikap ini perlu sekali ditiru oleh pemimpin redaksi majalah lain atau media massa lain. Sehingga membuat kita tidak saling curiga dan merasa lega. Karena itu, saya sarankan kepada awak redaksi supaya lebih berhati-hati dalam bersikap dan bertindak ke depan. Kalau lalai, bisa-bisa majalah yang kita sayangi ini ditinggalkan pembaca setianya. Kita amat sayangkan kalau majalah ini sampai tidak hadir lagi di tangan pembaca atau ditinggalkan pembaca. Selamat bekerja.
Selanjutnya
Wajib Baca!
X