Oposisi Pakistan Cemaskan Kecurangan Pemilu


TEMPO Interaktif, Lahore: Tidak hanya ancaman teror bom, Pemilu Pakistan juga dibayang-bayangi kekhawatiran yang kuat dari kalangan oposisi bahwa akan terjadi kecurangan yang menguntungkan pemerintahan Presiden Pervez Musharraf.

Ishaq Dar, senator Propinsi Punjab yang juga tokoh Partai Liga Muslim Pakistan (PML-N) pimpinan tokoh oposisi Nawaz Sharif menyatakan tanda-tanda kecurangan itu sangat jelas. "Kecurangan sudah dimulai bahkan jauh sebelum pemilihan umum berlangsung," kata Ishaq Kamis malam (14/2) waktu setempat atau Jumat dini hari WIB.

Kepada rombongan wartawan Indonesia yang mengunjungi kediaman Nawaz Sharif di Lahore, Ishaq menunjukkan segepok bukti kecurangan yang dirangkum dalam sebuah buku. Kecurangan tersebut mulai dari proses adanya ribuan pemilih palsu, penggunaan fasilitas pemerintah untuk kepentingan partai, tempat pemungutan suara yang sebetulnya tidak ada, hingga perusakan spanduk parta-partai non pemerintah.

Meski meyakini banyak terjadi kecurangan, namun Ishaq memastikan bahwa partainya akan tetap menjalani Pemilu, apa pun risikonya. "Memboikot Pemilu tidak akan efektif, apalagi jika boikot hanya diikuti sedikit partai," katanya.

Kecemasan serupa dinyatakan Asif Ali Sardari, tokoh Partai Rakyat Pakistan, partai yang dibesarkan mendiang Benazir Bhutto. Dalam wawancara dengan mingguan Swiss Die Neue Woche Kamis, dia menduga akan terjadi "pencurian" suara. "Jika itu benar terjadi, kami akan menyampaikan protes melalui aksi damai," kata suami Benazir ini.

Seolah menjawab semua kecurangan itu, Presiden Pervez Musharraf dalam pernyataannya kepada media di Ibukota Islamabad menegaskan bahwa pemilihan umum akan berlangsung dengan damai, bebas, dan adil. "Itu janji saya pada bangsa ini," kata Musharraf yang menyebut Pemilu Senin mendatang adalah "induk dari semua Pemilu".

Musharraf juga membantah bahwa popularitasnya telah menurun. "Polling yang menunjukkan saya tidak populer dilakukan oleh LSM-LSM (lembaga swadaya masyarakat) yang menzalimi kami," katanya.

Daru Priyambodo (Lahore)

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X