Udara Riau Terus Memburuk

TEMPO Interaktif, Pekanbaru:Dinas Kesehatan Riau membagikan 30 ribu masker gratis sebagai langkah antisipasi menghadapi kabut asap pekat akibat kebakaran lahan dan hutan Riau yang terus meningkat.

"Pagi ini kita bagikan masker ke seluruh Riau. Tahap awal 30 ribu masker dan pendistribusiannya kita serahkan kepada Dinas Kesehatan dan pemerintah kabupaten," ujar Kepala Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Riau, Burhanuddin Agung, di Pekanbaru hari ini.

Menurut Burhanuddin, sejak pukul 23.00 WIB malam tadi, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Pekanbaru menunjukkan angka 90-110 partikel per meter (PPM), yang berarti sudah di atas ambang batas sehat 100 PPM.

"Artinya, jika di Pekanbaru ISPU sudah sebegitu parah, apa lagi di kawasan yang lahannya terbakar. Ini sudah berbahaya," tambah Burhanuddin. "Masker ini gratis dan harus didistribusikan secepat mungkin."

Hingga hari ini pukul 09.00 WIB, penyebaran dan cakupan lokasi kebakaran Riau terus meningkat drastis. Data Jaringan Kerja Penyelamatan Hutan Riau (Jikalahari) yang melakukan pendataan dan pemetaan berdasarkan Satelit NOAA dan Modist Satelite, menunjukkan penambahan titik api yang luar biasa ektrim.

Jumlah titik api sudah 453, dari 68 titik sebelumnya, tersebar di semua kawasan di Riau. "Peningkatannya cukup radikal. Pemerintah harus mencermati masalah ini," ujar Koordinator Bidang Data Jikalahari, Raflis.

Dari pendataan Jikalahari itu diketahui jumlah sebaran titik api terbesar tercatat di kawasan Dumai, Bengkalis, Rokan Hilir, Indragiri Hulu dan Hilir serta di Kabupaten Rokan Hulu dan Pelalawan. "Umumnya masih di atas lahan konsesi perkebunan, termasuk hutan tanaman industri," tambah Raflis.

Meningkatnya jumlah titik api dan meluasnya cakupan lahan dan hutan yang terbakar, membuat Pekanbaru sejak pagi ini dikepung asap. Kepungan asap ini membuat jarak pandang menurun drastis. Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Pekanbaru menyebutkan terjadi penurunan jarak pandang dari sekitar 1.800 meter sehari sebelumnya, kini hanya kisaran 900 hingga 1.200 meter saja.

"Diprediksi penurunan jarak pandang akibat kepekatan kabut asap ini akan terus memburuk. Ini akan mengganggu penerbangan," ujar Kepala Seksi Analis BMG Pekanbaru Johanes Drajat.

Jupernalis Samosir