Topik
Infografis
Militer Filipina Yakin Dulmatin Tewas
TEMPO Interaktif, Zamboanga: Militer Filipina hingga saat ini sangat meyakini mayat yang ditemukan Selasa lalu adalah Dulmatin, tersangka anggota Jamaah Islamiyah yang diduga terlibat Bom Bali I dan serangan teror di negara itu.
Keyakinan ini diperkuat oleh hasil tes yang dilakukan aparat keamanan Australia. “Lebih dari 90 persen, kami yakin mayat itu adalah Dulmatin,” kata seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.
Laboratorium kriminal Kepolisian Nasional Filipina saat ini sedang menguji gen (DNA) dari mayat itu dan dicocokkan dengan contoh DNA anak-anak Dulmatin yang diambil Mei tahun lalu.
Pihak militer juga memiliki Alfa Moha alias Bin sebagai saksi kunci. Warga asli Tawi-Tawi ini menyerahkan diri dua pekan setelah operasi militer 31 Januari lalu.
Menurut Laksamana Emilio Marayag, Komandan Angkatan Laut Mindanao Barat, Moha mengaku Dulmatin luka serius dalam baku tembak di daerah Lubok, Panglima Sugala, Tawi-Tawi.
Luka tembak di badan mayat itu juga sesuai dengan keterangan Moha, yakni di rusuk kanan, kaki kiri, alis, dan dada kanan. Namun, pihak militer masih harus menunggu hasil tes DNA yang akan keluar sepekan mendatang. “Kami harus menunggu hasil tes DNA untuk laporan akhir,” ujar Mayor Eugenio Batara, juru bicara Marayag.
Moha adalah putra dari seorang nelayan yang diajak bergabung dengan Dulmatin, namun ia tidak tahu kalau itu kelompok Abu Sayyaf. Ia mengaku ikut dengan buronan itu selama 25 hari. Minda News/Faisal Assegaf