Penumpang Pesawat Lebih Pilih Tiket Murah
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Hasil survei lembaga riset SurveiOne menunjukkan tiket murah menjadi pertimbangan utama bagi kebanyakan penumpang dalam memilih maskapai penerbangan.
Peneliti SurveyOne, Anang Ghazali, menjelaskan 42,9 persen responden menyebut tiket murah sebagai alasan utama. Berikutnya, 27,70 persen responden memilih maskapai karena pelayanannya yang baik. Faktor keamanan hanya dipilih 9 persen responden, selanjutnya kenyamanan (4,50 persen), dan popularitas maskapai (2,60 persen). Sisanya faktor-faktor lain.
Survei dilakukan bersamaan dengan survei perilaku konsumen dan pengeluaran konsumen Indonesia dengan beragam kategori. Survei melibatkan 1.400 responden di empat kota, yakni Jakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar.
"Survei dimulai pertengahan tahun lalu," kata Anang ketika dihubungi kemarin.
Terkait dengan alasan pemilihan maskapai itu, survei juga dilakukan atas maskapai-maskapai yang dipilih. Menurut Anang, sesuai dengan survei, Lion Air paling sering digunakan (31,50 persen). Kemudian menyusul berikutnya Garuda Indonesia (27,90 persen), Adam Air (13,30 persen), Merpati Nusantara Airlines (9,70 persen), Air Asia (4,20 persen), dan sisanya maskapai lain.
Dari lima besar itu, hanya Garuda Indonesia yang tidak menjual tiket murah karena menyediakan layanan penuh (full service). Lion Air baru akan menyediakan layanan penuh untuk sebagian penerbangannya pada Juni nanti.
Hasil survei ini senada dengan catatan Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional (INACA). Dari total penumpang domestik pada 2006 sebanyak 34,01 juta, pangsa (share) Lion Air 25 persen. Kemudian Garuda Indonesia (20 persen), Adam Air (14 persen), Batavia Air (11 persen), dan Sriwijaya Air (9 persen).
Pasar penerbangan di Indonesia tumbuh pesat seiring dengan maraknya penerbangan murah (low cost carriers) mulai sekitar 2001. Jumlah penumpang pesawat terus meningkat hingga kini.
l Harun Mahbub
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Inilah Skuad Belanda untuk Hadapi Indonesia
- Kak Seto: Darin Mumtazah Harus Diperlakukan Khusus
- Kasus Blok A, Ahok Tak Gentar Hadapi Djan Faridz
- Pembunuh Tentara Dituntut 14 Tahun 6 Bulan Penjara
- Dua Kakek Bersaing Menjadi Pendaki Everest Tertua
- Gita Wirjawan Rajin ke Daerah, Bekal Nyapres?
- FOTO Toyota Alphard Milik Luthfi Hasan Ishaaq
Berita Utama Bisnis
- Indonesia Butuh 2 Kawasan Industri Aviasi Terpadu
- Pemerintah Ajukan Dana BLSM Rp 11,6 Triliun
- 22 Bank Dilibatkan dalam Program Pembiayaan Rumah
- Dua Jurus Chatib Basri Meredam Inflasi
- Hari Ini, Chatib Basri Bahas APBN Perubahan 2013
- Freeport Berhenti, Negara Rugi US$ 1,82 Juta/Hari
- ESDM: Seluruh Korban Longsor Freeport Ditemukan













