Pemerintah Malang Kerjasama dengan Perusahaan Telekomunikasi Jepang


TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Kota Malang kembali menjalin kerjasama dengan NTT Advance Techonology Corporation, sebuah perusahaan telekomunikasi dari Jepang di bidang tekhnologi informasi.

Bentuk kerjasama berupa pemberian pelatihan dan pemasangan jaringan tekhonologi informasi berbasis Wireless Internet Protocol Acces System (WIPAS).
"WIPAS akan menghubungkan jaringan sekolah di Malang dengan Jepang dan negara-negara yang tergabung dalam Asia Pasific Telekomunication (APT)," kata Kepala Kantor Pusat Data dan Elektronik Pemkot Malang, Tri Widyani, Jumat (22/2).

Pilihan NTT Advance Tekhnologi Corporation (ATC) jatuh ke Malang karena Malang dinilai serius menekuni e-goverment. Kerjasama ini merupakan kelanjutan kerjasama antara Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang dengan Keio University, NTT ATC dan Pemkot Malang yang dimulai setahun lalu.

Kerjasama ini pernah dilakukan pada 2007. Saat itu baru WIPAS yang dipasang baru 7 titik. Namun saat ini, NTT ATC sudah memasang tujuh titik WIPAS, yakni di SMPN 1, SMAN 3, SMAN 4, SMAN 9, Puskowanjati, Unibraw dan KPDE Pemkot Malang. Pemasangan akan ditingkatkan menjadi 19 titik. Dari jumlah itu 14 titik akan dipasang di sekolah dan lima di kantor kecamatan, antara lain di sekolah model, MIN, SMKN 4, SMK Grafika. "Pemasangan WIPAS di sekolah memudahkan dalam mengakses modul pembelajaran dari Jepang sebagai bahan pengkayaan materi pembelajaran," ujar Tri Widyani.

Penggunaan teknologi internet berbasis WIPAS akan menambah kapasitas jaringan internet yang ada di lingkungan Pemkot Malang. Selama ini jaringan yang digunakan adalah jaringan berbasis wireless. Menurut Tri, kemampuan WIPAS jauh lebih tinggi dari wireless. Dengan menggunakan WIPAS, kekuatan akan bertambah dari 15 KHz menjadi di atas 26 KHz. "Ini sangat membantu dalam akses data yang lebih cepat," tutur Tri. Bibin Bintariadi

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO