Tanaman Rekayasa Genetik Belum Dikomersilkan
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Hingga kini belum satupun produk tanaman rekayasa genetik buatan dalam negeri yang dikomersilkan. Pasalnya pemerintah masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia, dana, fasilitas, dan peraturan.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian, Achmad Suryana, mengatakan persoalan lain yang menghambat pengembangan bioteknologi itu adalah teknologi ini masih sensitif secara sosial. “Ada pro kontra dalam penggunaannya," ujar Achmad, di Jakarta hari ini.
Achmad menjelaskan, aplikasi penggunaan tanaman transgenik perlu mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. "Teknologi yang baik adalah yang dapat diterima oleh aspek tersebut," ujarya.
Pada 2001, untuk pertama kalinya Badan Litbang Departemen Pertanian menghasilkan dua varietas tanaman padi biotek yaitu Code dan Angke, yang tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri. "Dua varietas ini bisa segera dilepas ke petani karena proses pembuatannya tidak melalui rekayasa genetik," ujar Achmad.
GABRIEL WAHYU TITIYOGA
Komentar (1)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Bisnis
- Pemerintah Ajukan Dana BLSM Rp 11,6 Triliun
- 22 Bank Dilibatkan dalam Program Pembiayaan Rumah
- Dua Jurus Chatib Basri Meredam Inflasi
- Hari Ini, Chatib Basri Bahas APBN Perubahan 2013
- Freeport Berhenti, Negara Rugi US$ 1,82 Juta/Hari
- ESDM: Seluruh Korban Longsor Freeport Ditemukan
- Harga BBM Naik, Pemerintah Bikin Tim Sosialisasi













