Medvedev Terpilih Sebagai Presiden Rusia


TEMPO Interaktif, Moskow: Dmitry Medvedev, 42 tahun, terpilih sebagai Presiden Rusia, menggantikan Vladimir Putin, 55 tahun, mentor politiknya, setelah menang mutlak dalam pemilihan umum presiden Ahad lalu. Medvedev telah berjanji akan mengangkat Putin sebagai perdana menterinya.

Medvedev akan menjadi pemimpin Kremlin termuda sejak Tsar Nicholas II dan presiden pertama sejak Revolusi Bolshevik yang tidak naik takhta melalui Partai Komunis atau, seperti Putin, KGB.

Komisi Pemilihan Umum hari ini mengumumkan bahwa hasil perhitungan sementara atas 99,4 persen suara menunjukkan Wakil Perdana Menteri Rusia itu meraup 70,23 persennya. "Dia jelas menjadi pemimpinnya," kata ketua komisi Vladimir Churov.

Kemenangan Medvedev ini berarti menyingkirkan para calon lainnya, yakni pemimpin Partai Komunis, Gennady Zyuganov (17,76 suara); tokoh ultranasionalis Vladimir Zhirinovsky (9,37), dan Andrei Bogdanov yang rada memihak Barat (1,29 persen).

Meski ada kabar terjadi pelanggaran, kata Churov, pemilihan berlangsung tanpa insiden. "Kami belum menerima laporan adanya pelanggaran atau manipulasi suara," katanya seraya menambahkan bahwa tingkat partisipasi pemilih mencapai 69,61 persen dari 108,95 juta pemilih.

Tapi pihak Barat mencurigai kemenangan mulus Medvedev dan mempertanyakan legitimasi pemilihan ini. Majelis Parlementer Dewan Eropa (PACE), satu-satunya misi pengamat Barat yang hadir dalam pemilihan ini, menilai pemilihan ini gagal mencerminkan "potensi demokratis" Rusia.

"Kami pikir tak ada kebebasan dalam pemilu ini," kata ketua misi PACE, Andreas Gross, kepada wartawan. Para pengawas pemilihan Rusia menyatakan orang-orang telah dipaksa memilih.

Medvedev dan Putin telah berjanji akan memimpin sebagai sebuah tim, tapi sejumlah analis dan mantan pejabat Rusia mengatakan ketegangan di antara keduanya hampir tak mungkin terhindarkan. Ini sebagian karena sistem politik yang terlalu personal, yang dibangun Putin untuk menjadikan presiden sebagai penguasa puncak.

l IWANK |THE MOSCOW TIMES | AFP | WSJ

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X