Raden Terima Putusan DPR

TEMPO Interaktif, Jakarta:Calon Gubernur Bank Indonesia Raden Pardede mengaku ikhlas menerima hasil keputusan Dewan Perwakilan Rakyat yang menolak pencalonan dirinya. "Saya sangat beruntung dapat beraudiensi dan berdiskusi secara sehat dengan ruang lingkup diskusi bersama DPR," ujar dia di Sampoerna Strategic Square.

Wakil Direktur Utama PT Perusahan Pengelola Aset (Persero) ini menyadari bahwa keputusan itu berdasarkan pertimbangan politik. Ia menjelaskan, bahwa sejak awal ia sudah memprediksi DPR akan menolak pencalonan dirinya. "Walaupun begitu, saya tetap maju dan menjalani fit and proper test Senin lalu, karena Presiden sudah memberi kepercayaan dengan mencalonkan diri saya," kata Raden.

Ia mengaku proses tes seperti ini merupakan hal yang baru baginya. Namun ia sudah memberikan yang terbaik pada saat itu. "Saya paham bahwa keputusan menolak ini adalah keputusan politik dan bukanlah berdasarkan kompetensi, profesionalisme, dan intergritas," paparnya.

Menurutnya, Presiden RI sebagai eksekutif memang mengajukan calon gubernur BI berdasarkan standar kompetensi dan profesionalisme. Setelah itu, ujar dia, adalah sudah menjadi tugas legislatif untuk menilai kepatutan sang calon.

Ia merasa sudah berkompeten dan profesional, serta sudah menjalani proses dengan penuh integritas. Tapi ternyata, lanjut dia, keputusan politis berkata lain. Menurut Raden, DPR tidak melulu mengurusi kompetensi dan profesionalisme, ia menganggap mereka memiliki pertimbangan politis tersendiri. "Kalau memang itu keputusan mereka, itu yang terbaik. Mereka lah yang bertanggung jawab atas keputusan yang diambil," ujar Raden.


Angel Christy Patricia