Mesin Pesawat Diduga Mati di Udara


Grafis Terkait

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pesawat latih yang jatuh di Villa Pamulang, Tangerang, diduga mengalami mati mesin sebelum menimpa empat rumah warga.

"Mesinnya diduga mati dan melayang bebas di udara karena pesawatnya ringan lalu jatuh," kata Kepala Seksi Operasional Basarnas DKI Jakarta Hadi Tukiman usai mengevakuasi bangkai pesawat di lokasi kejadian.

Pesawat profiler jenis Pelikan tersebut, menurut Hadi, sedang melakukan uji terbang oleh pilot Herudi Kartowisastro yang dikenal sebagai instruktur pesawat. Pesawat tersebut bernomor seri PK-SKI, dengan panjang sekitar enam meter.

Hadi tidak menyebutkan Herudi menerbangkan pesawat tersebut dari mana, namun dipastikan ia sendirian di atas pesawat dan saat mesinnya mati pesawat sedang berada di ketinggian 1500 kaki. Sementara saat itu cuaca sedang keadaan bagus.

Pesawat itu jatuh sekitar pukul 7.30 pagi. Menurut Riswan Nasri, 26 tahun, salah seorang saksi yang tinggal di rumah Farida yang rumahnya ikut tertimpa pesawat, ia baru saja membuka matanya saat peswat tiba-tiba menimpa kamarnya yang berada di lantai dua. "Suaranya sangat keras, tapi bukan suara ledakan," katanya di rumahnya Blok 12/11 vila tersebut.

Saat itu ia sempat terpaku karena suasana tiba-tiba berubah gelap karena debu yang menutupi pemadangan. Selain debu, asbes dan bata dinding rumah serta kayu atap ikut berjatuhan. Saat sadar, ia langsung turun ke lantai satu dan berteriak agar penghuni lain juga ikut keluar. "Untungnya tidak menimpa saya," kata pemuda kurus ini.

Pengalaman sama juga diutarakan Decky, 26 tahun, tetangga Riswan, yang juga rumahnya ikut jebol dihantam pesawat. Saat itu ia sedang tidur, lalu tiba-tiba ia terbangun mendengar suara keras dan mendapati dapur rumahnya sudah jebol dihantam paruh pesawat. "Dari lantai dua saya melihat pilot sudah tergeletak mati," katanya kepada Tempo.

Riswan menambahkan, saat pesawat jatuh tidak ada api yang muncul, walau ia sempat mencium bau avtur yang sangat menyengat. "Saya harus menutup hidung sampai keluar rumah," katanya. Saat ia keluar rumah, ia ditemui seorang lelaki yang tidak dikenal yang mengaku sudah melihat pesawat tersebut akan jatuh dan mengikuti pesawat itu dari Pamulang Timur hingga ke rumah Riswan.

Mustafa Silalahi

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X