Topik
21 Maret Jadi Hari Nyepi se Dunia
TEMPO Interaktif,
Denpasar:Sebagai bagian dari kampanye untuk mengatasi perubahan iklim, Kolaborasi Masyarakat Bali (KMB) menetapkan 21 Maret sebagai ?World Silent Day (WSD) atau Hari Nyepi se Dunia. Pada tanggal itu nantinya masyarakat diimbau tidak menggunakan alat-alat
elektronik selama 4 jam, antara pukul 10.00 wita hingga 14.00 Wita.
"Kami berharap nantinya dijadikan agenda Internasional oleh Konferensi Perubahan Iklim PBB," kata Hira Jamthani, Koordinator KMB, Senin (17/3).
Ia mengakui ide gerakan ini berasal dari tradisi Nyepi masyarakat Hindu di Bali yang mengurangi konsumsi energi hingga 20 ribu ton dalam sehari. Namun, pelaksanaannya bersifat umum dan ajakan disebarakan ke seluruh dunia. Mereka pun mengirimkan surat ke Menteri Lingkungan Hidup Rahmat Witoelar agar menjadikannya sebagai agenda nasional.
Dipilihnya tanggal 21 Maret karena hari itu merupakan
saat matahari bergeser ke belahan utara di bumi dan
bertepatan dengan dimulainya musim semi. Selain itu,
21 Maret telah ditetapkan sebagai hari Air oleh PBB. Di sisi lain, kata Hira, WSD sangat dekat tujuannya dengan upaya melestarikan air dan siklus alama semesta lainnya.
Untuk mensukseskan gerakan ini, KMB akan menyebarkan
stiker dan brosur di jala-jalan umum kota Denpasar.
Kampanye dilakukan juga melalui website www.worldsilentday.com.
Djinaldi Gosana, Eksekutif Direktur Bali Hotel Association (BHA) menyatakan dukungannya atas
gerakan ini. Tetapi dia mengeluhkan pendeknya masa
sosialliisasi sehibgga hotel tidak bisa memberikan
dukungan maksimal. Rofiqi Hasan