Pelanggan Rumah Mewah Terkena Disinsentif Listrik
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan memberlakukan kebijakan tarif insentif dan disinsentif kepada pelanggan rumah tangga golongan R2 dan R3. Sedangkan pelanggan rumah tangga golongan R1 terbebas dari kebijakan tersebut. "R1 Tetap menggunakan tarif dasar listrik lama," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, Senin (24/3).
Menurut Purnomo, kebijakan disinsentif akan diberlakukan secara bertahap kepada pelanggan R3 terlbih dulu di wilayah yang pemakaian listriknya melebihi rata-rata nasional. Wilayah tersebut adalah Riau, Bangka Belitung, Jawa Barat, serta Jakarta, Bogor, Depok , Tangerang dan Bekasi.
Dia menjelaskan, pelanggan R3 menjadi proyek uji coba yang akan dievaluasi pada April mendatang oleh pemerintah. Sebelum dikenakan disinsentif pemerintah akan melakukan sosialisasi kepada pelanggan R3. "Bisa satu-dua minggu sosialisasinya," katanya.
Pelanggan R2 adalah pelanggan listrik di atas 2.200 volt ampere (VA) sampai 6.600 VA dengan pemakaian rata-rata nasional 159 kilowatt per jam (kWh) per bulan. Sedangkan pelanggan R3 adalah yang menggunakan listrik di atas 6.600 VA dan rata-rata pemakain nasional 122 kWh per bulan.
Pelanggan R1 adalah merupakan pelanggan rumah tangga dengan pendapatan menengah ke bawah. Mereka adalah pengguna listrik dengan daya 450 VA, 900 VA, 1.300 VA dan 2.200 VA.
Purnomo mengatakan, setalah dilakukan sosialisasi akan dilaksanakan proyek uji coba kepada pelanggan R3 selama beberapa waktu. Hasil uji coba, kata dia, akan disampaikan ke parlemen. "Kebijakan ini elastis saja," ujarnya. Jika uji coba tersebut sukses, maka pemerintah akan memberlakukan disinsentif kepada pelanggan R2.
Dia memperkirakan, program disinsentif kepada pelanggan R3 akan menghemat subsidi Rp 5 triliun. Jumlah tersebut lebih rendah dari target penghematan subsidi sebesar Rp 10 triliun. Perubahan target, kata Purnomo, karena ada perubahan target susu jaringan (losses) dan alpha pembelian bahan bakar minyak sebesar lima persen.
Direktur Utama PT PLN (Persero) Fahmi Mochtar mengatakan, penghematan sebesar Rp 5 triliun itu terdiri atas program konversi solar ke minyak bakar senilai Rp 800 miliar, konversi bahan bakar minyak ke gas Rp 1 triliun, efisiensi pemeliharaan dan administrasi Rp 500 miliar dan tarif disinsentif dan insentif Rp 2,7 triliun. Jumlah pelanggan R3 saat ini, kata dia, sebanyak 81 ribu pelanggan.
Data dari PLN menyebutkan pelanggan 450 VA sekitar 18 juta pelanggan, 900VA sekitar 10,8 juta pelanggan, 1.300 VA sekitar 2,8 juta pelanggan dan 2.200 VA sekitar 1 juta pelanggan.
Ketua Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat Airlangga Hartarto mengatakan, komisi dan pemerintah sepakat menetapkan besaran subsidi listrik sebesar Rp 61,01 triliun. Menurut dia, besaran subsidi tersebut sudah memperhitungkan penghematan sebesar Rp 5 triliun. "Setiap kebijakan pemerintah yang menyangkut rakyat harus dikonsultasikan dengan Komisi Energi," katanya.
ALI NUR YASIN | NIEKE INDRIETTA
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Lepas Empat Istrinya, Eyang Subur Tak Perlu Cerai
- Muslim Myanmar Hanya Boleh Punya 2 Anak
- Djokovic Bisa Jegal Nadal di Semifinal
- Saksi Penyerangan Cebongan Tak Mau Beri Keterangan
- MI5 Dituding Coba Rekrut Tersangka Kasus Woolwich
- Bupati Aceh Utara Dianggap Berpikiran Sempit
- FOTO: Pamer Aksi Bintang Dunia di Singapura
Berita Utama Bisnis
- Ini Lima Fokus Agus Marto sebagai Gubernur BI
- Sistem Jaringan Bandara Soetta Alami Gangguan
- Agus Marto Dilantik Jadi Gubernur Bank Sentral Hari Ini
- Harga BBM Naik, Golkar Setuju Ada BLSM
- UMR Naik Diklaim Bikin UKM Tutup
- Gerindra Tak Bangga Ekonomi Tumbuh 6,2 Persen
- Krakatau Steel Pastikan Proyek Posco Tetap Lancar













