Lima Aksi Unjuk Rasa Ramaikan Jakarta


TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar lima aksi unjuk rasa dijadwalkan memadati beberapa jalan utama ibukota hari ini, Rabu (26/03). Pengendara kendaraan bermotor disarankan menghindari ruas jalan yang dijadikan tempat aksi untuk menghindari kemacetan, mengingat besarnya perkiraan jumlah massa pelaku aksi.

Data pusat Pusat Manajemen Lalu Lintas (Traffic Management Center/TMC) Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya menyebut, aksi pertama berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB di Bundaran Hotel Indonesia. Dikawasan itu sekitar 200 massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Selatan akan menggelar aksi penolakan terhadap kuota haji plus yang ditetapkan pemerintah.

Aksi dengan tuntutan yang sama pun dijadwalkan berlangsung pukul 12.00 WIB di Istana Negara dan kantor Departemen Agama di Jakarta Pusat. Demonstrasi itu rencananya dilakukan oleh ratusan massa Aliansi Mahasiswa Islam Jakarta & Jaringan Mahasiswa dan Masyarakat Depok.

Selain mahasiswa, Majelis Taklim Sukapura Cilincing pun dijadwalkan melakukan aksi di Kantor Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara Jl.Merdeka Selatan, Jakarta Pusat sekitar pukul 09.00 WIB. Aksi unjuk rasa juga dilakukan di Kantor Kawasan Berikat Nusantara, Cakung, Jakarta Utara. Mereka bakal melakukan aksi penolakan akan pembangunan kios, kolam renang serta gedung futsal di Kawasan Berikat Nusantara Cakung –Cilincing.

Seakan tak mau kalah dengan massa lainnya, sekitar 1000 orang dari Forum Betawi Rempug(FBR) bakal menyerbu Istana Negara pukul 10.00 WIB. Tuntutan mereka meminta pemerintah menurunkan harga sembako dan stabilisasi minyak tanah.

Terakhir, aksi yang terjadwal bakal berlangsung di Kedutaan Besar Republik Cina, di kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan pukul 10.00 WIB. Sekitar 200 massa Falun Gong Indonesia menggelar aksi meminta penghentian penyiksaan dan pembunuhan terhadap praktisi Falun Gong di Cina.

FERY FIRMANSYAH

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X