Nikkei Alami Triwulan Terburuk Sejak 2001
TEMPO Interaktif, Tokyo:Pasar saham Nikkei Jepang merosot 2,3 persen pada penutupan Senin (31/3), mengakhiri tahun fiskal dengan performa terburuknya selama triwulan pertama sejak 2001. Hal tersebut disebabkan para investor ramai-ramai mengambil keuntungan dan menjual saham blue-chip seperti Toyota Motor Corp.
Beberapa bank juga terkena imbasnya, dengan Mizuho Financial Group yang turun lebih dari 5 persen, setelah perusahaan keuangan Amerika Serikat jatuh akibat isu pemotongan deviden potensial.
Saham Marubeni Corp turun 6,6 persen. Sebuah sumber mengatakan Bank Investasi Amerika Serikat Lehman Brothers akan mengajukan tuntutan melawan Marubeni Senin ini karena mereka tertipu lebih dari US$ 355 juta.
Nikkei kehilangan 18,2 persen di triwulan pertama, Januari-Maret. Itu merupakan yang terburuk sejak triwulan kedua tahun 2001 ketika mereka terpuruk hingga 24,6 persen. Dalam keseluruhan tahun fiskal tersebut, mereka kehilangan 27,6 persen.
"Kami sudah optimis minggu lalu, yang mungkin sedikit berlebihan, melihat penurunan hari ini di mana para investor mencoba untuk menjaga keuntungan," kata Hiraoki Osakabe.
Dia mengtakan aksi pembelian investor untuk mendorong keuntungan portfolio di akhir tahun fiskal nanti. "Pasar sepertinya bergejolak pada tahun fiskal yang baru, mungkin hingga musim panas meskipun beberapa kalangan mengatakan ada kemungkinan untuk jatuh lagi. Memang sangat sulit untuk diprediksi," katanya.
Ig. Widi Nugroho | Reuters
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Israel Bantah Tembak Bocah Palestina 13 Tahun Lalu
- Dua Jurus Chatib Basri Meredam Inflasi
- Layani KJS, RS Port Medical Rugi 20 Persen
- Pemenang Lotere Rp 5,7 Triliun Masih Misterius
- Kejaksaan Tetap Akan Eksekusi Bupati Aru
- Jusuf Kalla Kembali Terpilih Jadi Ketua CAPDI
- FOTO: Jelang Waisak, Samanera Cuci Patung Budha Tidur














