Ribuan Buruh Pelabuhan Mengancam Unjuk Rasa

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ribuan buruh Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengancam akan melakukan mogok kerja, Jumat (4/4). Akibat aksi ini, diperkirakan aktivitas pelabuhan akan lumpuh.

Selain melakukan mogok kerja, sekitar 1.500 hingga 2.000 pekerja pelabuhan juga akan melakukan aksi unjuk rasa ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat untuk menentang Rancangan Undang Undang (RUU) Pelayaran.

Menurut Asisten Manajer Pelayanan Pelanggan dan Humas PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Tanjung Priok Hambar Wiyadi, para pekerja pelabuhan menentang RUU Pelayaran yang dinilainya mengarah kepada liberalisasi pelabuhan dan penjualan aset negara kepada pihak asing.

"Kami juga khawatir RUU Pelayaran akan menyebabkan rasionalisasi jumlah pekerja. Dan ada ribuan pekerja yang terancam," ujar Hambar kepada Tempo.

Mogok massal disertai aksi unjuk rasa para pekerja pelabuhan tidak hanya dilakukan di pelabuhan Tanjung Priok, tetapi juga di pelabuhan-pelabuhan besar se-Indonesia. Untuk unjuk rasa Jumat (4/4), unjuk rasa dilakukan di daerah masing-masing. Tetapi mereka merencanakan unjuk rasa lebih besar lagi yang melibatkan para pekerja pelabuhan se-Indonesia pada 7 - 8 April mendatang. "Kami tidak akan berhenti hingga pemerintah menghentikan penjualan aset berkedok liberalisasi," ujar Hambar.

Bayu Galih