Biaya Logistik Indonesia Mahal
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Penelitian The Asia Foundation dan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia,
menunjukkan bahwa biaya angkutan barang di Indonesia mahal dan menjadi salah satu penghambat daya saing perdagangan di tingkat internasional.
Biaya operasional kendaraan truk angkutan barang di Indonesia mencapai US$ 34 sen per kilometer. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata Asia US$ 22 sen per kilometer.
"Lebih tinggi daripada Vietnam, Thailand, Malaysia, dan China," kata Direktur Program Ekonomi The Asia Foundation Neil McCulloch dalam paparn hasil penelitian, di Jakarta, Selasa (15/4). Mahalnya biaya logistik di Indonesia juga karena besarnya komponen biaya di luar operasional.
Selain buruknya infrastruktur, jelas Neil, mahalnya biaya angkutan disumbang juga oleh banyaknya retribusi pemerintah daerah, jembatan timbang, serta pungutan oknum aparat dan preman. Kontribusi pengeluaran itu lebih dari 10 persen total biaya operasional kendaraan.
Harun Mahbub
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Lepas Empat Istrinya, Eyang Subur Tak Perlu Cerai
- Muslim Myanmar Hanya Boleh Punya 2 Anak
- Djokovic Bisa Jegal Nadal di Semifinal
- Saksi Penyerangan Cebongan Tak Mau Beri Keterangan
- MI5 Dituding Coba Rekrut Tersangka Kasus Woolwich
- Bupati Aceh Utara Dianggap Berpikiran Sempit
- FOTO: Pamer Aksi Bintang Dunia di Singapura
Berita Utama Bisnis
- Sistem Jaringan Bandara Soetta Alami Gangguan
- Agus Marto Dilantik Jadi Gubernur Bank Sentral Hari Ini
- Harga BBM Naik, Golkar Setuju Ada BLSM
- UMR Naik Diklaim Bikin UKM Tutup
- Gerindra Tak Bangga Ekonomi Tumbuh 6,2 Persen
- Krakatau Steel Pastikan Proyek Posco Tetap Lancar
- Dahlan Minta Konsep Jalan Layang Tol Dimatangkan













