Ribuan Warga Sumberanyar dan Sumberagung Turun Ke Jalan

TEMPO Interaktif, Malang: Warga desa Sumberanyar dan Sumberagung, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur hari ini mendatangi Balai Desa Sumberanyar. Mereka berunjuk rasa menentang rencana pembangunan Markas Komando Komando Latihan Marinir (Mako Kolatmar) di Sumberanyar.

Menurut Mahmud, warga Sumberanyar, rencana pembuatan Mako itu diketahui warga setelah membaca surat pemberitahuan yang dikirim Pangkalan Utama Angkatan Laut V Komando Armada
Republik Indonesia Kawasan Timur di Surabaya kepada Bupati Pasuruan Jusbakir Aldjufri. Surat itu juga ditembuskan kepada camat, kepala kepolisian sektor, dan kepala desa setempat.

"Kami ingin Angkatan Laut membatalkan rencana itu,” kata Mahmud. “Masalah sengketa tanah ini kan belum selesai.” Kalau Angkatan lau tetap mau
dibangun, bukan hanya warga Sumberanyar yang protes, Tapi juga seluruh warga desa yang ada di wilayah sengketa. “Kami mohon TNI AL mengerti ini."

Kepala Desa Sumberanyar Purwo Eko mengatakan,
surat pemberitahuan tadi ditandatangani Laksamana Pertama TNI Arief Rudianto, Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut V Surabaya. Dalam surat
bernomor D/49-05/01/4/LanV tanggal 26 Maret 2008 itu tidak disebutkan secara persis nama lokasi, luas lahan, dan waktu pelaksanaan pembangunan Mako
Kolatmar. Isi surat pendek saja. Hanya disebutkan bahwa, "Dalam rangka pelaksanaan program kerja dan anggaran Korps Marinir 2008, dengan ini
diberitahukan akan dibangun Mako Kolatmar di Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling."

Purwo Eko menolak segala bentuk latihan Marinir di daerahnya. Ia juga meminta TNI Angkatan Laut membatalkan rencana pembangunan Mako Kolatmar
untuk menghormati proses penyelesaian sengketa tanah yang sedang berlangsung. (Abdi Purnomo)