Pakistan Jaga Ketat Obor Olimpiade


TEMPO Interaktif, Islamabad: Pemerintah Pakistan kemarin menerjunkan ribuan polisi dan tentara untuk menjaga ketat pawai obor Olimpiade di Ibu Kota Islamabad. Hal ini untuk mencegah protes aktivis hak asasi manusia dan pendukung Tibet mempermalukan lagi Cina, sekutu negeri itu.

"Sedikitnya tiga ribu polisi, termasuk bantuan dari Provinsi Punjab, telah diturunkan untuk memperkuat tentara dan paramiliter reguler yang mengamankan kegiatan ini," kata Kepala Polisi Islamabad Syahid Nadim Baluch.

"Kami akan melakukan apapun yang mungkin untuk memastikan segalanya berlangsung tanpa masalah," kata dia.

Pemerintah Pakistan juga memotong rute obor pada menit-menit terakhir karena khawatir munculnya serangan bom bunuh diri tiba-tiba dari Al-Qaidah dan Taliban. Akibatnya, pawai obor itu hanya dilakukan di dalam stadion olah raga tertutup di Islamabad.

Presiden Pervez Musharraf dan Perdana Menteri Yusuf Raza Gilani menyingkirkan perbedaan politik mereka dan bersama-sama memegang obor itu sebelum menyerahkannya ke mantan kapten hoki nasional Samiullah.

Ketua Himpunan Olimpiade Pakistan Arif Hassan mengatakan, "Seluruh acara dijadwal ulang karena alasan keamanan. Kami harus menjadwal ulang acara untuk memastikan keamanan penuh terhadap pawai obor dan pesertanya."

Sebelumnya pawai obor itu disambut protes para aktivis hak asasi manusia dan pendukung Tibet saat tiba di Paris, London, dan Los Angeles.

AFP | AP | IWANK

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X