Mengkloning Macintosh


TEMPO Interaktif, Jakarta: Kloning-kloningan bukan cuma cerita di laboratorium biologi. Di dunia komputer pun ada kisah serupa. Inilah yang dilakukan Psystar, yang mengklaim telah menciptakan komputer personal (PC) yang bisa bekerja dengan sistem operasi Mac buatan Apple.

Biasanya, sistem operasi buatan Apple tak bisa ditanamkan ke dalam PC karena memiliki platform yang berbeda. Namun, perusahaan yang berbasis di Miami, Amerika Serikat, itu menyatakan PC buatan mereka bisa bekerja dengan mesin operasi terbaru Macintosh, Leopard (Mac OS X versi 10.5).

Komputer ini pada awalnya dinamai OpenMac sebelum berubah menjadi Open Computer. "OpenMac merefleksikan terbukanya monopoli hardware," demikian isi pernyataan perusahaan tersebut di website-nya akhir pekan lalu.

Kehadiran Open Computer jelas menarik perhatian. "Saya terkejut," kata Richard Shim, seorang analis dari firma riset IDC. "Setahu saya, Psystar tak memiliki hak lisensi dari Apple."

Shim memperkirakan Psystar akan terganjal End User License Agreement (EULA), yang tak memperbolehkan pengguna menggunakan software Apple pada hardware di luar buatan Apple.

Namun, Psystar tampaknya tutup mata dan telinga. "Open Computer tak membajak sistem operasi Apple, tapi membuat sistem operasi itu bisa bekerja di hardware yang diinginkan pengguna," ujar perusahaan itu.

Psystar menawarkan Open Computer dengan harga spesifikasi terendah US$ 300 atau sekitar Rp 3,7 jutaan. Dengan duit segitu, pengguna mendapatkan komputer dengan prosesor Intel Core 2 Duo 2,2 GHz, memori DDR2 667 2 gigabita, dan kartu grafis Intel GMA 950.

Selain itu, tersedia drive DVD, empat port USB, dan hard disk berkapasitas 250 GB dengan RPM 7.200.

Komputer Mac termurah di jajaran produk Apple, yakni Mac Mini, saja tak sehebat itu. Komputer yang dibanderol mulai US$ 599 atau sekitar Rp 5,6 jutaan ini memang bekerja dengan mesin Intel Core 2 Duo, tapi kapasitasnya antara 1,83 GHz dan 2 GHz saja.

Kartu grafisnya sama, tapi RAM-nya, DDR2 667, hanya 1 GB, meski bisa ditingkatkan sampai 2 GB.

Mini sedikit lebih unggul lantaran dipaket dengan aplikasi iLife, Microsoft Office 2004 untuk Mac Test Drive, iWork 30 hari bebas biaya, dan Front Row sebagai aplikasi standar. Inilah yang tak ada di Open Computer.

Namun, Open Computer menawarkan hal lain. Bila menambah US$ 110, pengguna bisa mendapatkan kartu video NVIDIA GeForce 8600GT untuk pengalaman bermain game yang hebat. Dengan menambah US$ 50 lagi, pengguna bisa mendapatkan FireWire.

Rahasia Open Computer yang bisa membuat Leopard "lumer" di dalam PC adalah emulator bernama EFI V8. Emulator itu bertindak bak OpenBIOS alias BIOS berbasis opensource untuk menjembatani platform PC dan Mac. Emulator ini membuat kernel Leopard bisa diinstal dari DVD dan langsung bekerja.

Ini bukan pertama kalinya produk Apple dikloning, dan Apple biasanya langsung menyerang. Lihat saja kasus pada 1990-an, saat Steve Jobs, yang baru kembali menduduki kursi bos Apple, menghentikan langkah Power Computing yang menawarkan komputer Mac yang lebih murah dan bekerja lebih baik ketimbang buatan Apple.

Apple juga menggagalkan proyek bersama IBM dan Motorola untuk memproduksi hardware standar di bawah Common Hardware Reference Platform. Proyek ini rencananya mengaplikasikan Mac OS pada mesin buatan ketiganya.

Jobs memang membuat Apple tak memiliki pangsa pasar seluas pesaingnya. Namun, mereka adalah pasar yang rela merogoh kocek lebih dalam untuk menggigit "apel" tersebut.

l DEDDY SINAGA | PSYSTAR | NEWSFACTOR | GUARDIAN | ZDNET | OSNEWS


BOOKMARK
Leopard: sistem operasi buatan Apple yang memiliki nama lain Mac OS X versi 10,5. Sistem operasi ini dirilis pada 26 Oktober 2007 dan merupakan rilis terbesar keenam bagi Apple. Leopard adalah penerus Mac OS X versi 10,4 atau yang dikenal dengan nama Tiger.

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
spesifikasi hardware pc untuk sistem mac
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X