Topik
Bukopin dan Mega Beri Pinjaman Baru Untuk PLN
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Bank Bukopin dan Bank Mega akan memberi pinjaman kepada PT PLN (persero) untuk pembiayaan pembangunan sejumlah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Pinjaman ini untuk pembiayaan lanjutan program percepatan pembangunan proyek PLTU berkapasitas 10 ribu megawatt (MW).
Direktur Utama PLN, Fahmi Mochtar, mengatakan ada 12 PLTU yang akan memanfaatkan pinjaman itu. Bank Bukopin akan mengucurkan pinjaman Rp 2,645 triliun dan Bank Mega Rp 4,7 triliun. “Sehingga total pinjaman kedua bank itu sebesar Rp 7,34 triliun,” ujarnya usai menandatangani perjanjian pinjaman sindikasi dengan lima bank di Jakarta, Jumat (17/4),
Bank Bukopin memberi pinjaman untuk proyek pembangunan PLTU 630 MW Pacitan senilai Rp 1,045 triliun dan PLTU 945 MW Teluk Naga Rp 1,6 triliun. Sedangkan pinjaman dari Bank Mega dialokasikan untuk proyek pembangunan satu PLTU di Jawa dan sembilan PLTU di luar Jawa. Di Jawa, pinjaman dipakai untuk pembanguan PLTU 945 MW Pelabuhan Ratu sebesar Rp 1,8 triliun.
Sedangkan di luar Jawa akan memanfaatkan dana pinjaman sekitar Rp 1,1 triliun. Dana ini akan dialokasikan untuk proyek pembangunan PLTU 400 MW Sumatera Utara, PLTU 120 MW di Kalimantan Tengah, PLTU 50 MW di Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, dan Sulawesi Utara, dan PLTU 14 MW di Riau dan Nusa Tenggara Timur.
Dengan adanya pinjaman ini, kata Fahmi, diharapkan pasokan listrik akan terpenuhi pada pertengahan 2009. Namun saat ini PLN masih memerlukan pinjaman luar negeri senilai US$ 2 miliar untuk pendanaan proyek listrik 10 ribu MW.
Ezther Lastania | Amirullah