Krakatau Bangun Proyek Baja Terintegrasi
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Krakatau Steel (Persero) siap membangun pabrik baja terintegrasi. Pabrik baja terintegrasi segera terealisasi setelah perusahaan mendapat kepastian pasokan bahan baku lewat kerja sama pengolahan bijih besi dengan PT Aneka Tambang Tbk di Kalimantan selatan. "Industri besi baja terintegrasi antara hulu dan hilir berpotensi memiliki kapasitas hingga 1 juta ton," kata Direktur Utama Krakatau Steel, Fazwar Bujang, setelah penandatangan kerja sama dengan Aneka Tambang, Selasa (22/4).
Pada tahap awal pengolahan bijih besi dibangun dengan kapasitas 315 ribu ton per tahun. Investasi awal pengolahan bijih besi membutuhkan dana US$ 60 juta dengan pendanaan 65 persen dari pinjaman PT Bank Mandiri Tbk. "Sisanya dari dana patungan ke dua perusahaan," jelas Fazwar. Komposisi kepemilikan saham Krakatau sebesar 66 persen dan sisanya Antam.
Pembangunan perusahaan patungan yang diberi nama PT Meratus Jaya Iron & Steel dimulai November 2008 dan diperkirakan beroperasi tahun 2010. "Ini merupakan proyek besi baja pertama di Indonesia," tutur Fazwar. Selama ini bijih besi belum dikembangkan menjadi bahan baku baja karena kandungan besi dibawah 50 persen, sementara standar internasional diatas 70 persen.
YULIAWATI | SORTA TOBING
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Lepas Empat Istrinya, Eyang Subur Tak Perlu Cerai
- Muslim Myanmar Hanya Boleh Punya 2 Anak
- Djokovic Bisa Jegal Nadal di Semifinal
- Saksi Penyerangan Cebongan Tak Mau Beri Keterangan
- MI5 Dituding Coba Rekrut Tersangka Kasus Woolwich
- Bupati Aceh Utara Dianggap Berpikiran Sempit
- FOTO: Pamer Aksi Bintang Dunia di Singapura
Berita Utama Bisnis
- Ini Lima Fokus Agus Marto sebagai Gubernur BI
- Sistem Jaringan Bandara Soetta Alami Gangguan
- Agus Marto Dilantik Jadi Gubernur Bank Sentral Hari Ini
- Harga BBM Naik, Golkar Setuju Ada BLSM
- UMR Naik Diklaim Bikin UKM Tutup
- Gerindra Tak Bangga Ekonomi Tumbuh 6,2 Persen
- Krakatau Steel Pastikan Proyek Posco Tetap Lancar













