Ratusan Rakyat Miskin Tolak Konversi Gas

TEMPO Interaktif, Makasar:


Ratusan rakyat miskin yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Wilayah Serikat Rakyat Miskin Indonesia (DPW-SRMI) Sulawesi Selatan berunjuk rasa di depan kantor perwakilan Inco di Makassar. Mereka menolak kebijakan pemerintah mengenai konversi minyak tanah ke gas.

Peserta unjuk rasa kebanyakan kaum ibu yang membawa serta anaknya yang masih kecil. Dalam aksinya mereka juga membawa jerigen dan membentakan pamflet bertuliskan antara lain, 'stop sengsarakan rakyat miskin', 'ambil alih minyak dan tolak konversi minyak tanah ke gas untuk kesejahteraan rakyat', 'minyak tanah langka rakyat sengsara', 'BBM naik sama dengan rakyat sengsara'.

Ketua DPW-SRMI Sulsel, Wahidah Baharuddin Upa, dalam orasinya mengatakan "Kita jangan begitu saja menerima program ini, karena hanya akan membuat rakyat miskin sengsara, kita harus bersatu melawan ketidakadilan."

Aksi mereka dilanjutkan dengan long mars ke kantor Pertamina Unit Pemasaran BBM VII Sulampua yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi pertama.

Juru bicara Pertamina Unit Pemasaran BBM VII Sulampua, Najamuddin Madjid mengatakan rencana konversi minyak tanah ke gas untuk wilayah Sulsel dimundurkan. "Tadinya direncanakan Februari 2008, sekarang mundur baru awal 2009," ujarnya.


Irmawati