Koalisi Mahasiwa Mendesak Presiden Usir Namru-2
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Juru Bicara Koalisi Umat Anti Impersialisme Muthohar Jamil mendesak pemerintah segera mengambil langkah tegas terhadap laboratorium Naval Medical Research Unit-2 (Namru 2). Keberadaan laboratorium penelitian penyakit menular milik Amerika Serikat tersebut dinilai merugikan. "Kami minta Namru diusir dari Indonesia," katanya saat dihubungi Tempo, Jumat (25/04).
Pengusiran Namru, kata dia, dinilai penting karena aktivitas lembaga penelitian tersebut tidak transparan. Selain meneliti sejumlah penyakit, lanjutnya, lembaga tersebut diduga juga melakukan aktivitas intelijen. "Indikasinya jelas, personelnya tentara dan para stafnya memiliki kekebalan diplomatik," katanya. Batas waktu kerja sama pemerintah dengan lembaga tersebut juga sudah habis. "Masa perjanjian sudah habis tapi tetap beroperasi."
Desakan tersebut, ia menambahkan, akan disampaikan sekitar 100 perwakilan mahasiswa dari sejumlah universitas tergabung dalam Koalisi Umat Anti Impersialisme. Himpunan Mahasiwa Islam (HMI), PERSIS, serta sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat juga akan bergabung dalam aksi di halaman Laboratorium Namru, Jalan Percetakan Negara, sekitar pukul 13.30 wib nanti.
laboratorium Naval Medical Research Unit-2 (Namru 2) mulai berada di Indonesia sejak Menteri Kesehatan Siwabessy dan Duta Besar AS Francis Galbraith menandatangani nota kesepahaman di Jakarta, 16 Januari 1970. Kerja sama penanganan terhadap berbagai penyakit menular tersebut terasa merugikan Indonesia karena semua staf Namru kemudian mendapat fasilitas diplomatik. Mereka diizinkan memasuki seluruh wilayah Indonesia, kecuali daerah yang terlarang karena alasan keamanan. Selain itu, barang-barang yang dibawa, baik milik lembaga maupun pribadi, bebas bea dan cukai.
Dwi Riyanto Agustiar













