Ribuan Anak Irak Direkrut Jadi Pelaku Bom
Topik
TEMPO Interaktif, Amman:PBB mensinyalir ribuan anak Irak direkrut menjadi pelaku bom. "Ini tidak bisa ditoleransi," kata utusan PBB untuk masalah anak dan konflik bersenjata, Radhika Coomaraswamy, kepada BBC di ibukota Yordania, Amman, Sabtu (26/4).
Menurut Coomaraswamy, anak-anak tersebut memang dilatih untuk melakukan penyerangan. Mereka diajari bagaimana membawa dan menggunakan senjata api untuk melakukan teror. Mereka kerap dibayar untuk melakukan penyerangan. "Beberapa di antaranya dibayar, sering kali untuk menempatkan bom," katanya.
Kegiatan itu, kata dia, disebabkan kemiskinan yang dialami anak-anak. Tidak terpenuhinya kebutuhan dasar mereka, yakni pendidikan, dan rentan pada gangguan psikologis karena kekerasan yang biasa mereka lihat dan alami sehari-hari. "Mereka mengeksploitasi kemiskinan anak-anak," ujarnya.
Dia menambahkan, perekrutan anak-anak ini sudah terjadi sejak tahun 2004 dan terus berkembang hingga saat ini. Setidaknya 1.500 anak-anak di Irak menjadi pelaku penyerangan. Mereka biasanya adalah anak-anak yang putus sekolah.
Coomaraswamy menemukan terjadi penurunan jumlah siswa usia sekolah dasar dari 80 persen di tahun 2005 menjadi 50 persen di tahun ini. Anak-anak Irak juga rawan terkena penyakit kolera, karena hanya 40 persen anak yang bisa mengakses air bersih.
Oleh karenanya, dia mengimbau kepada para pemuka agama, politisi, militer dan para pemimpin suku di Irak untuk memperhatikan masalah tersebut. "Jangan ada kekerasan dan kembalikan anak ke sekolah," ujarnya.
BBC/Rini Kustiani
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Dunia
- Album Pribadi Tsar Rusia Ditemukan di Museum Kecil
- Rumah Barbie di Berlin Diprotes Aktivis Feminisme
- Tersangka Bom Boston Dendam ke Amerika
- Amerika Serikat dan Turki Menekan Suriah
- Arab Saudi Resmi Larang Twitter
- Armin Wertz, Kontributor Tempo, Ditahan di Suriah
- Amerika Minta Taiwan dan Filipina Damai













