Perekonomian Jawa Tengah Diprediksi Meningkat

TEMPO Interaktif, Semarang:Memasuki triwulan kedua tahun 2008, perekonomian Jawa Tengah diprediksi akan mengalami peningkatan, baik di sektor pertanian, industri, pariwisata maupun jasa.

"Peningkatannya cukup signifikan yang akan berdampak positif bagi dunia usaha secara makro," kata Mahdi Mahmudy, Deputi Pemimpin Bank Indonesia (BI) Semarang, Senin (28/4).

Faktor pendorong di sektor pertanian, lanjut Mahdi, adalah panen raya pada Mei dan Juni di beberapa daerah di provinsi ini yang diperkirakan hasilnya bagus. "Cuaca yang bagus serta daya dukung irigasi berdampak pada hasil panen yang bagus."

Pertumbuhan di sektor industri didorong oleh industri minyak bumi dan gas, kayu, produk makanan, rokok, tekstil dan produk tekstil (TPT). Sedangkan sektor pariwisata dan jasa dipicu oleh masa liburan sekolah.

Pertumbuhan ekonomi juga tidak lepas dari hajat politik di provinsi ini berupa pemilihan gubernur pada pertengahan Juni mendatang. Maraknya kampanye dan konsolidasi pasangan calon gubernur akan meningkatkan laju perdagangan, khususnya terkait dengan belanja alat peraga kampanye, seperti spanduk, bendera, stiker, kaos dan sebagainya. Pemilihan kepala daerah juga berdampak pada tingkat hunian hotel.

Berdasarkan asumsi-asumsi tersebut, Mahdi memperkirakan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang diprediski berkisar antara 5,5-6 persen akan terpenuhi. "Situasinya sangat mendukung untuk terjadinya pertumbuhan ekonomi," kata Mahdi.

Sohirin