Presiden Minta Dana PNPM Diawasi
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta masyarakat mengawasi pengguliran dana dan pelaksanaan program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri (PNPM).
"Saya minta masyarakat betul-betul ikut memastikan pelaksanaan program," kata Presiden saat membuka Temu Nasional PNPM Mandiri di Istana Negara, Rabu 30/4.
Kebijakan pemerintah ini, ia melanjutkan, menggunakan dana yang tidak sedikit. Sejalan pertumbuhan ekonomi anggaran pengurangan kemiskinan juga makin besar.
Tahun 2004 total anggaran peningkatan kesejahteraan Rp 19 triliun, tahun 2005 Rp 24 triliun, tahun 2006 Rp 41 triliun, tahun 2007 Rp 51 triliun, dan tahun ini pemerintah menyediakan dana tahun sebesar Rp 58 triliun.
"Jumlah yang besar itu sayang kalau tidak mencapai sasaran secara tepat. Harus tepat sasaran," katanya.
Khusus untuk program PNPM Mandiri, pada 2007 mencakup 2.993 kecamatan atau 28 ribu desa dengan alokasi dana tiap kecamatan Rp 757 juta hingga Rp 1,5 miliar.
Pada 2008 mencakup 3.999 kecamatan atau 36.417 desa dengan alokasi dana per kecamatan Rp 1,5 miliar hingga Rp 3 miliar. Tahun depan mencakup 5.720 kecamatan atau 73 ribu desa dengan dana per kecamatan Rp 3 miliar.
"Pers juga tolong dilihat secara tajam kalau baik katakan baik, kalau macet katakan macet," kata Presiden.
Presiden juga menginstruksikan semua kepala daerah untuk memimpin langsung dan mengawasi program peningkatan kesejahteraan dan PNPM mandiri. "Saya dengar ada daerah yang berhasil tapi ada juga yang belum optimal dijalankan," katanya. Ninin P. Damayanti














