Indonesia Masih Jadi Basis Produksi Otomotif


TEMPO Interaktif, Jakarta:Kalangan industri otomotif menyatakan optimistis Indonesia akan dijadikan basis produksi kendaraan pabrikan internasional. Pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk yang besar serta jumlah tenaga kerja melimpah menjadi pertimbangan kalangan industri besar untuk menanamkan modalnya. "Potensi industri otomotif menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk pasar Asia Tenggara masih sangat besar," Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Bambang Trisulo kepada Tempo, Selasa (29/4).

Basis produksi yang dimaksud adalah kegiatan proses industri tidak hanya diperuntukkan memenuhi kebutuhan pasar lokal, tapi juga untuk keperluan ekspor. Basis produksi dapat dimulai dari tingkatan yang paling simpel hingga rumit. Mulai dari proses perakitan, rancang bangun mesin, hingga pembuatan mobil utuh (completely build up/CBU).

Bambang menjelaskan, hingga kini Indonesia sudah menjadi basis produksi CBU untuk lima perusahaan otomotif, seperti: PT Astra Daihatsu Motor, PT Toyota Astra Motor, PT Indomobil Sukses International, PT Honda Prospect Motor, dan PT Mercedes Benz Indonesia. Dia menambahkan, perusahaan asal Korea dan Amerika Serikat juga punya niat yang sama.

Menurut Bambang, kenaikan harga minyak dunia tidak menurunkan proyeksi pertumbuhan industri otomotif. "Kami harapkan tren kenaikan harga minyak ini tidak terus berlanjut," katanya.

Direktur Utama PT Indomobil Sukses International Tbk. Gunadi Sindhuwinata menyatakan, Indonesia masih potensial sebagai basis produksi otomotif. Alasannya, kata dia, tidak semua negara memiliki industri mobil. "Jadi kami punya chance kembangkan industri," katanya. Dia menambahkan, investasi akan menarik jika pemerintah punya ketegasan hapus ekonomi biaya tinggi.

Ekonomi biaya tinggi yang dimaksud tidak hanya yang menyangkut masalah lawas seperti: kepastian hukum, perpajakan, kepabeanan, birokrasi, tapi juga hal-hal kecil yang tidak membuat investor nyaman. "Misalnya, keruwetan mengurus perpanjangan visa kunjungan. Padahal, jika diperbaiki, Indonesia pasti akan jadi tempat yang sangat menarik," ujar Gunadi.

Direktur Pemasaran Toyota Joko Trisanyoto mengatakan, Toyota menjadikan Indonesia basis produksi sejak 1970. "Pada 2004, Toyota mulai memantapkan diri untuk memproduksi utuh Kijang Innova dan diekspor ke ASEAN, Amerika Latin, dan Afrika. Itu investasi terbesar terakhir yang dilakukan prinsipal kami," ujarnya.

Perusahaan sepeda motor asal Jerman Sachs Farhzeug und Motorentechnik GmbH--produsen otomotif kedua terbesar di Jerman setelah BMW- melakukan kerja sama dengan PT Minerva Motor Indonesia. Kerja sama dilakukan untuk bidang manufacturing dan co-branding serta asistensi teknis di pengembangan mesin dan manufaktur Minerva.

Direktur Utama Minerva Kristianto Goenadi yakin penjualan sepeda motor produksinya bakal pesat, karena segmen pasarnya berbeda dari yang umum dibidik produsen. "Pasar kami adalah kawula muda berusia 17 tahun ke atas," katanya.

RR ARIYANI | ALI NY

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
good
Copyright © 2011
TEMPO
.CO