Topik
Aksi Hari Buruh Digelar di Bali
TEMPO Interaktif, Denpasar:
Ratusan buruh bersama dengan mahasiswa dan jurnalis di Bali hari ini memperingati Hari Buruh Internasional di Monumen Bajra Sandhi. Mereka meminta kenaikan upah, penghapusan sistim kontrak dan jaminan kebebasan berserikat.
Massa yang diorganisir oleh Aliansi Rakyat untuk Demokrasi dan HAM (Ardham) memulai aksi dengan melakukan longmarch dari kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar di Jalam Tjok Agung Tresna ke area monumen. Di sepanjang jalan mereka membagi selebaran dan mengarak poster yang antara lain bertuliskan,” Tolak Neoliberal, Bela Buruh”, ” Jurnalis juga Buruh”, ” Hentikan PHK Massal”.
Dalam orasinya, koordinator aksi Samsul Arifin menegaskan, nasib buruh belum juga membaik setelah terjadi reformasi. ”Bahkan makin buruk karena pemerintah hanya membela kepentingan pengusaha,” ujarnya. Menurut dia, banyak perusahaan yang tidak mentaati penetapan kerja maksimal 8 jam, dilarang berorganisasi, larangan kontrak kerja, dll.
Miftahuddin Halim dari AJI Denpasar menegaskan, jurnalis juga buruh. ”Sekarang mereka digaji sangat kecil dengan beban pekerjaan yang berat,” katanya. Wartawan cenderung dipekerjakan pemilik media hanya untuk memperoleh keuntungan bisnis tanpa perhatian terhadap masalah kesejahteraan.
Rofiqi hasan