Topik
Infografis
Beban Usaha Meningkat, Barito Pacific Tutup Anak Usahanya
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Barito Pacific Tbk. menghentikan sementara kegiatan industri anak usaha yang bergerak di bidang pengolahan kayu, PT Tunggal Aghatis Indah Wood Industries, terhitung awal bulan ini hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Langkah ini i menurut Direktur Barito Pacific, Salwati Agustina, dilakukan dalam rangka efisiensi industri pengolahan kayu akibat terus meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM) serta beban biaya industri lainnya.
"Karena beban BBM dan beban biaya industri yang tinggi, kegiatan PT Tunggal Aghatis Indah Wood Industries harus dihentikan sementara" kata Salwati dalam keterbukaan informasinya kepada Bursa Efek Indonesia, Selasa (6/5).
Akibat penghentian sementara ini, kata Salwati, perseroan telah melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan Tunggal Aghatis. Dengan berhentinya anak usaha perseroan yang berada di wilayah Ternate Maluku Utara ini, maka perseroan hanya beroperasi di bidang pengelolaan hutan.
Pada kuartal I 2008, perseroan membukukan penjualan sebesar Rp 4,384 triliun meningkat tajam dibanding periode yang sama tahun lalu yang nilai penjualannya hanya Rp 109,767 miliar. Namun akibat beban pokok penjualan perseroan yang juga meningkat drastis dari Rp 90,784 miliar menjadi Rp 4,451 triliun menyebabkan perseroan merugi sekitar Rp 67,140 miliar, padahal tahun lalu perseroan masih mencatatkan laba kotor sekitar Rp 18,9 miliar.
Ditambah dengan beban usaha dan beban lain yang juga meningkat pada kuartal I ini, perseroan mencatatkan rugi bersih sekitar Rp 183,192 miliar, jauh meningkat dibanding kerugian yang dicatatkan perseroan di tahun sebelumnya Rp 9,566 miliar.
Ari Astri Yunita